25 Januari 2019

Filosofi Lagu Dondong opo salak



Lagu adalah salah satu cara seseorang menyampaikan isi hati, perasaan, pesan, nasehat bahkan dakwah. Dengan lagu lah apa yang disampaikan seseorang mudah diterima dengan mudah bagi pendengarnya.
Ketika saya mengikuti Khutbatul Arsy di Pondok Modern Gontor kemarin, Kyai Hasan menyanyikan lagu yang berjudul “Dondong opo Salak” disela sela menyampaikan tentang kepondok modernan. Mungkin sobat blogger sudah mendengar atau bahkan ada yang hafal lagu ini, khususnya orang jawa.  Tapi bagiku, ini pertama kali aku mendengar lagu ini. Lagu ini diperuntukkan anak-anak, namun pesan yang terkandung dalam setiap baitnya menunjukkan bahwa lagu ini untuk semua orang. Dengan bahasa yang sangat sederhana namun mengandung pesan yang sangat mendalam yang disampaikan penulisnya.
Lagu “Dondong Opo Salak” pertama kali dipopulerkan oleh penyanyi Krisbiantoro sekitar tahun 60-70 an. Lalu nilai apa saja yang terkandung dalam lagu ini ?. Mari kita simak bait dari lagu tersebut.
Dondong Opo Salak
Duku Cilik-cilik
Andong Opo Mbecak
Mlaku Thimik-thimik
Artinya : Dondong (Kedondong) atau salak, duku kecil-kecil. Naik Andong (Kereta Kuda) atau naik becak, jalan pelan-pelan.
Disetiap kata yang digunakan penulis lagu ini, tak satupun yang tidak kita kenal. Lalu mengapa penulis lagu menggunakan nama-nama buah tersebut ? yuk kita cari lebih tahu…
-Buah Kedondong
Buah kedondong merupakan buah traditional negeri kita, rupa buah ini halus, mulus dari sudut pandang luarnya dan berwarna hijau, akan tetapi ketika kita rasakan buahnya, kita gigit, atau kita belah, maka akan terlihat wujud yang tidak sesuai dengan rupa luarnya. Akarnya menjalar kemana mana, serabut. Mengganggu ketika kita mengginggit buah tersebut, akarnya terkadang menyelip di sela-sela gigi.
Begitulah yang sering kita alami, kita temukan dalam kehidupan. Manis dibibir, namun busuk dihati. Indah dalam berpakaian tapi buruk dalam perilaku. Tidak ada kestabilan, seharusnya rohani & jasmani, lahir & batin harus sejalan sejajar sesuai, bukan berat sebelah.
Buah Salak
Lalu mengapa salak ?. Buah ini berlawanan dengan buah dondong. Kita tahu bahwa buah salak memiliki bentuk luar yang tidak halus, tajam, sukar dikupas. Namun dalamnya terdapat buah yang manis, dan disukai.
Tidak jarang kita temukan didalam pergaulan, kehidupan sehari-hari, bermasyarakat seseorang seperti ini. Kita tidak berhak menilai seseorang hanya dari penampilan, ras, warna kulit.  Terlihat buruk luarnya tapi belum tentu isi hatinya. Dan hal ini sudah jauh terlebih dahulu tertulis dalam Al-Qur’an. Bahwa kita tidak boleh menilai seseorang berdasarkan luarnya, karena itu Syu’udzon (Berprasangka buruk). Allah berfirman :
. يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah dari kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa. (Al-Hujurat : 12).
Jadi  sudah jelas bagi kita, DON’T JUGDE THE MAN FROM THE COVER.
-Buah Duku
Kita tahu, buah duku berbentuk kecil-kecil. Tidak ada buah duku sebesar duren atau manga. Tetapi kulitnya halus, isinya pun bagus. Baik diluar maupun didalam sama sama memiliki keindahan meski kecil. Begitulah seharusnya kita. Lahir dan Batin harus sejajar. Bukan lain dibibir lain pula dihati. Penampilan dibuktikan dengan perilaku, perkataan sesuai dengan isi hati.
-Andhong Opo Mbecak
Andhong atau becak adalah sama-sama kendaraan yang memanfaatkan tenaga bantuan lain, andhonh memanfaatkan tenaga kuda, becak menggunakan jasa tenaga manusia. Filosofi nya adalah, ketika kita ingin meraih impian, cita-cita, tidak lepas dari suatu proses yang panjang. Tidak ada yang instan, makanan yang instan pun masih membutuhkan proses. Kita harus melalui fase-fase itu proses itu, bukan memanfaatkan sesuatu/orang lain. Karena kalau caranya saja tidak benar, hasilnya pun tidak akan benar. Tunas pisang tumbuh tidak akan jauh dari pohonnya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
-Mlaku Thimik-thimik
Ketika kita dihadapkan dua pilihan, antara naik andhong atau becak, tetapi ada pilihan lain,  jalan pelan-pelan. Untuk menjadi kupu-kupu yang  indah, sungguh tidak mudah. Mulai dari ulat, kepompong, dan seterusnya mengikuti aliran proses kematangan. Mlaku thimik-thimik juga mengindikasikan bahwa “biar lambat asal selamat”. Di Zaman yang serba modern ini, gerak gerik sudah begitu cepat, dengan adanya hal tersebut, proses yang panjang mungkin bisa teratasi, terbantu, namun tetap, proses tetaplah proses.

Jadi, kedondong, salak, duku, andhong, becak, mlaku thimik thimik merupakan perumpaan bagi kita dalam mengarungi kehidupan. Kedondongkah kita, duku kah, becak kah, itu semua dimulai dari diri sendiri, dari kita sendiri.

30 September 2018

Ice breaker lagu Rasulku

Materi Ice Breaker Lagu
"RASULKU" :
Rasulku yang kucinta
Pujaan Hatiku
Teladan yang Utama
Tuk kehidupanku
Janganlah kau abaikan
Taatilah selalu
Apa yang dilakukan jadi pedomanmu
Keterangan :
Lirik Lagu "Desaku"

G 30 S PKI - Sejarah Cakrabirawa, Pasukan Pengkhianat yang Membunuh 7 Jenderal Pahlawan Revolusi

TRIBUNSTYLE.COM - Polisi Istimewa atau Tokubetsu Kesastu Tai ternyata sudah dibentuk jauh hari sebelum Soekarno dinobatkan menjadi Presiden RI pertama dan Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan.


Mereka adalah pasukan yang bertugas untuk mengawal presiden Indonesia.


Saat Jakarta masih bernama Jakarta Raya, nama kesatuan Polisi Istimewa disebut "Polisi Macan."


Saat itu Gatot Suwiryo adalah perwira yang bertugas sebagai pimpinan.

Berdasarkan buku Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno, tahun 1945 Gatot memindahkan anggota Polisi Macam ke Pasukan Pengawal Pribadi Presiden atau Tokomu Kosaku Tadi.

Mangil Martowidjojo pun diangkat menjadi komandan dari pasukan tersebut.

Satuan pengawal presiden tersebut bermarkas di Kantor Pusat Kementrian Negara sekaligus asrama di Gedung Kementrian dDalam Negeri (kini Jl. Veteran).

Tribunstyle melansir dari Grid.id, tugas-tugas Pasukan Pengawal Pribadi Presiden itu antara lain mengamankan perayaan Proklamasi Kemerdekaan RI 17/8/1945, membantu pengamanan Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pada bulan September 1945, mengawal rombongan Presiden dan Wakil Presiden dalam perjalanan secara rahasia menggunakan kereta api dari Jakarta menuju Yogyakarta pada 3 Januari 1946.

Sejak keberhasilan mengungsikan rombongan Presiden dan Wapres ke Yogyakarta itu, Said Soekanto pada tahun 1947 membentuk kesatuan khusus bernama Pasukan Pengawal Presiden (PPP) dan dikomandani oleh Mangil

Tugas utama PPP adalah menjaga keselamatan pribadi Presiden dan Wakil Presiden beserta seluruh anggota keluarganya.

Namun pada tahun 1962, masih ada upaya pembunuhan terhadap Presiden Soekarno.

Padahal sang presiden sudah mendapatkan pengawalan ketat dari PPP.

Berdasar peristiwa yang mengancam jiwa Presiden Soekarno itu, ajudan Presiden, Letkol CPM Sabur, menghadap ke Istana Merdeka untuk menyampaikan laporan bahwa Departemen Pertahanan dan Keamanan berencana membentuk Pasukan Pengawal Istana Presiden (PPIP) yang lebih sempurna.

AH Nasution adalah tokoh yang ingin membentuk Pasukan Pengawal Istana Presiden tersebut, tapi Presiden Soekarno menolaknya.

Alasannya, saat itu Mangil sudah membentuk Detasemen Kawal Pribadi (DKP) dan Presiden Soekarno merasa bahwa pasukan itu sudah cukup untuk mengawalnya.

Letkol Sabur tetap mendesak Presiden Soekarno untuk membentuk PPIP dan akhirnya ternyata berhasil.

Presiden Soekarno bahkan menunjuk Letkol Sabur sebagai komandan PPIP dan dipercaya mencari anggota PPIP yang berasal dari semua angkatan (AU, AD, AL, dan Kepolisian).

Pada 6 Juni 1962 PPIP yang dinamai Cakabirawa pun diresmikan oleh Presiden Soekarno.

Sabur yang sudah diangkat menjadi Brigjen dipercaya sebagai sang komandan sementara Kolonel Maulwi Saelan bertugas sebagai wakilnya.

Nama Cakrabirawa diambil dari senjata pamungkas di dunia pewayangan, lebih tepatnya milik Prabu Kresna.

Senjata tersebut bisa menyebabkan malapetaka yang dahsyat terhadap musuhnya bila sudah dilepaskan.

Setiap anggota Cakrabirawa berasal dari pasukan yang andal.

Umumnya mereka berlatar belakang pejuang gerilya yang menonjol.

Mereka direkrut dari bekas pasukan Raider Angkatan Darat, Korps Komando (KKO) Angkatan Laut, Pasukan Gerak Tjepat (PGT) Angkatan Udara, dan Brigade Mobil diberi nama Batalyon KK (Kawal Kehomatan), dengan nomer urut I sampai IV.

Batalyon I dan II bertugas di Jakarta dan Batalyon III dan IV menjaga Istana Bogor, Cipanas (Cianjur), Yogyakarta, dan Tampaksiring (Bali).

Berdasarkan penugasan tersebut, Markas Batalyon I KK berada di Jalan Tanah Abang (kini Markas Paspampres) dan Batalyon II menempati asrama Kwini (sekarang ditempati Marinir angkatan Laut).

Batalyon I KK berasal dari satu batalyon Angkatan Darat dipimpin oleh Mayor Eli Ebram.

Dia hanya menjabat satu tahun lebih, kemudian naik pangkat menjadi Letkol.

Eli Ebram kemudian diganti oleh Letkol Untung, pindahan dari Kodam VII/Diponegoro, Jawa Tengah

G 30 S PKI - Sejarah Cakrabirawa, Pasukan Pengkhianat yang Membunuh 7 Jenderal Pahlawan Revolusi

    
pasukan-tjakrabirawa_20170930_100356.jpg

Pasukan Tjakrabirawa - Handover

Batalyon II KK eks Pasukan KKO Angkatan Laut dipimpin oleh Mayor KKO Saminu, yang naik pangkat menjadi Letkol KKO.

Batalyon III KK dari PGT Angkatan Udara dipimpin oleh Mayor PGT.

Dan, Batalyon IV KK dari Brimob Angkatan Kepolisian dipimpin oleh Komisaris Polisi M Satoto, yang naik pangkat menjadi ajun komisaris besar polisi (Letkol Polisi RI).

Dalam gerakan G-30-S-PKI 1965, Letkol Untung dan satu peleton Cakrabirawa dari Batalyon I KK pimpinan Lettu Dul Arif, merupakan motor utama dalam aksi penculikan dan pembunuhan 7 Jenderal Pahlawan Revolusi.


Berkat aksi Letkol Untung dan Lettu Dul Arif ini nama Cakrabirawa tercoreng.

Semua anggota Cakrabirawa dianggap sebagai pendukung PKI oleh pemerintah Orde Baru.

Pasukan Cakrabirawa pun dibubarkan pada 28 Maret 1966, para petinggi dan personel pasukan Cakrabirawa pun banyak yang ditangkap dan dipenjarakan tanpa melalui proses pengadilan.

Setelah insiden tersebut, pengamanan Presiden, Wapres, dan keluarganya dipercayakan pada pasukan Angkatan Darat.

Kemudian pemerintah membentu lagi Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) pada era Presiden Soeharto.

Hari jadi Paspampres diperingati setiap tanggal 3 Januari dan penetapan hari jadi ini terkait dengan peristiwa bersejarah Pasukan Pengawal Pribadi Presiden yang sukses menyelamatkan Presiden dan Wapres serta keluarganya dari Jakarta menuju Yogyakarta pada 3 Januari 1946






Rumah kediaman Jendral yg di culik PKI

Begini Kondisi Rumah 7 Jenderal Korban G30S/PKI


(Foto: Sumber Wikipedia)

(Foto: Sumber Wikipedia)

Peristiwa Gerakan 30 September/PKI memang masih membekas di hati masyarkat. Upaya kudeta pemerintah dengan menculik 7 jenderal TNI AD tersebut menjadi cikal bakalnya arus gelombang perlawanan rakyat terhadap ideologi komunis, puncaknya Partai Komunis Indonesia (PKI) pun menjadi partai terlarang di dalam negeri.

Salah satu saksi bisu dari peristiwa G30S/PKI adalah rumah para korban jendral, di rumah tersebutlah, tanggal 30 September 1965 lalu pasukan cakrabirawa menculik bahkan diantaranya membunuh para korban di tempat. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui seperti apa rumah para jendral korban G30S/PKI ini berikut ini adalah ulasan lengkapnya:

Rumah Jenderal Ahmad Yani

Rumah jendral Ahmad Yani berada di Jalan Lembang No.58, Jakarta Pusat rumah yang saat ini dijadikan museum dengan nama Museum Sasmitaloka Ahmad Yani tersebut terlihat masih terawat dengan baik. Di sana Anda bisa melihat beragam pernak-pernik barang peninggalan Ahmad Yani tongkat komando, pakaian, kacamata, keris hingga boneka milik anak-anak jendral kelahiran 19 Juni 1922 tersebut. Museum Sasmita Loka Ahmad Yani dibuka setiap Selasa-Minggu mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Rumah Jenderal A. H. Nasution

Sama seperti kediaman Ahmad Yani, rumah Jenderal A.H. Nasution ternyata juga telah dijadi museum yang diberi nama museum Sasmitaloka DR. A.H. Nasution. Musem yang beralamat di Jalan Teuku Umur No.40, Jakarta Pusat.

Dalam peristiwa penculikan tersebut, Jenderal Nasution berhasil lolos namun anak keduanya Ade Irma Suryani Nasution beserta ajudannya Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean tewas ditangan pasukan Cakrabirawa.


Rumah ini masih mempertahankan bentuk aslinya, di sana pengunjung bisa melihat banyak barang peninggalan milik Nasution seperti buku pribadi, tempat tidur, ruang makan hingga foto-foto asli antara Ade Irma dan Tendean.

Rumah Jenderal Suprapto

Berbeda dengan nasib rumah dinas Mayjen R. Suprapto, hunian yang beralamat di Jalan Basuki No.19, Menteng, Jakarta Pusat tersebut kini sudah rata dengan tanah. Sejak lama rumah tersebut memang telah dijual oleh salah satu tetangga di sana, sebelum dijual rumah tersebut memang dalam kondisi hancur, sekarang oleh pemilik lahan rumah tersebut dijadikan taman.

Rumah M.T. Haryono

Rumah M. T. Haryono beralamat di Jalan Prambanan No.8, Menteng, Jakarta Pusat. Kendati masih berstatus sebagai rumah tinggal, layout rumah ini masih mempertahankan bentuk aslinya. Contohnya seperti adanya teralis kotak-kotak pintu kamar Jenderal Haryono, adapun renovasi hanya dilakukan pada bagian pagar dan bagian kiri rumah.

Rumah Jenderal Panjaitan

Sementara rumah Jenderal Donald Isaac Panjaitan berada di jalan Hasanuddin No.53, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah yang memiliki lahan seluas 1000 m2 ini sekarang ditempati oleh anak kelima D.I Panjaitan Tuthy Kamarati Panjaitan. Sebagian besar rumah ini masih mempertahankan bentuk aslinya.

Rumah Jenderal S. Parman

Kediaman Mayjen Siswondo Parman berada di Jalan Syamsu Rizal, Menteng. Sayangnya rumah ini sudah berpindah kepemilikan sekitar tahun 1991. Rumah ini memang tidak berstatus A, B, C sebagai bangunan cagar budaya sehingga dapat diperjual belikan. Setelah berpindah tangan kini rumah ini telah ditotal, sang pemilik rumah mengaku ketika dibeli rumah ini tidak bisa digunakan sehingga memaksa dirinya untuk merenovasi.

Rumah Jenderal Sutoyo

Sama nasibnya dengan rumah Jenderal S. Parman, kediaman Jenderal Sutoyo pun kini sudah beralih tangan. Agar nyaman untuk ditinggali, rumah seluas 400 meter tersebut sebagian besar telah direnovasi, hanya bagian depannya saja dibiarkan seperti aslinya.



28 September 2018

Ice Breaker Dalam Bentuk Senam Otak Irama "Topi Saya Bundar

Materi Ice Breaker Dalam Bentuk Senam Otak Irama "Topi Saya Bundar" untuk Melatih Konsentrasi Anak :
Topi Saya Bundar
Bundar Topi Saya
Kalau Tidak Bundar
Bukan Topi Saya

Keterangan :
Ada Gerakan di Tiap Kata,misal ke Dua Tangan Pegang Kepala Saat Mengucap "Topi"
Ke Dua Tangan Menunjuk Diri Sendiri Saat Mengucap "Saya"
Ke Dua Tangan Membuat Bentuk Lingkaran Saat Mengucap "Bundar",dst
Untuk Variasi Selanjutnya Hilangkan Suara "Topi",hanya Gerakannya Tetap,
Untuk Menambah Konsentrasi Selanjutnya Hilangkan Suara "Topi" dan Suara "Bundar",gerakannya Tetap,
Selamat Mencoba...

Ice breaker mengenal posisi atau arah dalam bahasa inggris dan arab

Materi Ice Breaker Dalam Bentuk Lagu "Mengenal Arah / Posisi",
Kemarin Kita Sudah Belajar Versi Bahasa Inggris :
Where is Di Mana
In Front Of Di Depan
Behind di Belakang
Beside is Di Samping 2X
Up Above is Di Atas
Under Beneath Di Bawah
Here Over There Di Sini dan Di Sana 2X
Lirik Lagu "Anak Kambing Saya"
Keterangan :
Kata kata di Ikuti Gerakan,Gerakan di Ikuti Lagu,karena di Atas Kata kata Ada Gerakan dan di Atas Gerakan Ada Lagu,

Materi Ice Breaker Dalam Bentuk Lagu "Mengenal Arah / Posisi" Versi Bahasa Arab :
Aina Di Mana
Amama Di Depan
Waro'a di Belakang
Bi jiwari Di Samping 2X
Fawqo Ala Di Atas
Tahta itu Di Bawah
Huna Hunaka Di Sini dan Di Sana 2X
Lirik "Anak Kambing Saya"
Selamat Mencoba...
Kak Kusumo

Ice breaker lagu mengenal hari dalam bahasa inggris

Ice Breaker Lagu Mengenalkan Nama Nama Hari Dalam Bahasa Inggris
"DAYS" :
There Are Seven Days (3 X) In A Week
Sunday
Monday
Tuesday
Wednesday
Thursday
Friday
Saturday
Keterangan :
Lirik Lagu "Sedang Apa"

Ice Breaker Lagu Mengenalkan Nama Nama Hari Dalam Bahasa Arab :
Ahad Minggu
Itsnain Senin
Tsulatsa Selasa 2X
Arbi'a Hari Rabu
Khomis Hariii Kamiiis
Jum'ah Jum'at Sayyidul Ayyam
Sabtu Hari Sabtu
Keterangan :
Lirik Lagu "Naik Naik ke Puncak Gunung"
Selamat Mencoba...

23 April 2018

Usai



Dulu waktu kamu pertama kali datang, rasa seperti dilahirkan kembali seakan aku tidak mengenal apapun, termasuk rasa sakit yang pernah jadi isi duniaku, seperti tangisan seorang bayi yang berubah menjadi tawa yang indah, kamu membawa perubahan baik dalam hidupku. Tapi....
Sebenernya aku benci sekali kalo harus bilang tapi, karena tapi itu berarti bertentangan. Dan aku tidak suka bicara tentang tapi ditengah kalimat indah yang hendak aku ceritakan padamu. Tapi pasti aneh kalo hidup itu tidak disambungkan dengan tapi karna semua yang hidup pasti bermetamorfosis sekalipun kupu-kupu yang terpaksa meninggalkan rumahnya karna ia harus tumbuh. Waktu masih usia belia aku ingin sekali jadi orang dewasa, tapi kini menjadi orang dewasa adalah hal yang paling menakutkan, seram sekali memikirkan tentang proses yang menjadi tua. Tapi itulah hidup, proses, berubah. Seperti hati ini yang sempat dilahirkan kembali setelah dimatikan oleh kekecewaan yang berat, harus dimatikan kembali.
Tunggu dulu, agak cepat rasanya kalo  langsung menceritakan endingnya, tragis sekali kalo semua penulis di dunia langsung memindahkan bab terakhir setelah bab pertama. Pembacanya pasti akan kebingungan, walaupun terkadang lebih baik kebingungan ketimbang mengetahui kebenaran.
Seperti yang ku bilang tadi kalo hidup ini adalah proses. Yang jadi masalah bila kita tidak pernah tau seperti apa prosesnya. Tuhan memang keren, bisa sekali Dia buat proses yang bermacam-macam dengan pelajaran yang beragam pula.
Aku mencintaimu kekasih, walaupun seharusnya kata kekasih sudah tidak boleh digunakan lagi dalam perbincangan ini, tapi tidak apa, anggap saja yang terakhir kali. Dulu waktu ku tetapkan hati ini untukmu, aku tidak memikirkan tentang resikonya. Karna ketika kita jatuh cinta, ya jatuh cinta saja. Kalo keburu memikirkan resikonya mungkin tidak ada manusia yang berani untuk jatuh cinta. Dan sekarang aku ingin bicara mengenai resiko yang sedang aku hadapi sekarang.
Cinta hadir dengan baik dan ketika ia berubah menjadi tidak baik alangkah buruknya kalo kita terus menggenggam cinta itu. Bukan karna kita menyerah, bukan karna kita merasa sudah tidak ada harapan lagi, tapi karna kita tau cinta itu sudah tidak baik. Kini cinta yang pernah membuatku merasa seperti dilahirkan kembali itu, berubah memaksaku untuk berhenti. Cinta boleh datang dan pergi, bahkan begitulah cara kerjanya. Cinta akan datang dan pergi. Dia pernah datang dan sekarang akan benci dengan cara yang baik. Karna cinta itu tidak menyakiti, sebaliknya seringkali ego kita sendiri lah yang menciptakan sakit itu. Untuk itu, biarkan cinta itu pergi. Kita masih bisa hidup sebagai individu yang pernah saling belajar dari cinta yang sama, walau cinta itu sekarang pergi.
Di Dunia ini tidak ada yang selamanya. Semua hal terjadi hanya untuk jadi pelajaran yg berbeda. Dan hatiku sudah kembali mati, mungkin butuh waktu yang lama sampai akhirnya sang maha cinta menitikan hati yang baru untuk melahirkan kembali rasa yang dulu.

14 Oktober 2016

PERBEDAAN KBK, KTSP, KURIKULUM 2013

PERBEDAAN ANTARA KBK, KTSP, DAN KURIKULUM 2013
            Pengertian Kurikulum secara umum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. (BSNP,2006: 1).
Ø  Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemeberdayaan sumber daya pendidikan( Depdiknas 2002).  KBK merupakan sebuah konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh siswa, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau  Kurikulum 2004, adalah kurikulum  dalam dunia  pendidikan di Indonesia yang mulai diterapkan sejak tahun 2004 walau sudah ada sekolah yang mulai menggunakan kurikulum ini sejak sebelum diterapkannya. Secara materi, sebenarnya kurikulum ini tak berbeda dari Kurikulum 1994, perbedaannya hanya padacara para murid belajar di kelas.
Dalam kurikulum terdahulu, para murid dikondisikan dengansistem caturwulan. Sedangkan dalam kurikulum baru ini, para siswa dikondisikan dalam sistem semester. Dahulu pun, para murid hanya belajar pada isi  materi pelajaran belaka, yakni menerima materi dari guru saja. Dalam kurikulum 2004 ini, para murid dituntut aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTek tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi di sini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator, namun meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan untuk semua. Dalam kegiatan di kelas, para siswa bukan lagi objek, namun subjek. Dan setiap kegiatan siswa ada nilainya.

Ø  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum   operasional  pendidikan  yang disusun oleh  dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan  oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang systemPendidikan nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) danStandar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan.  Secara khusus diterapkannya KTSP adalah untuk :
1.      Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam menge,bangkan kurikulum, mengelola, dan memberdayakan sumber daya yang tersedia;
2.      Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputuasan bersama;
3.      Meningkatkan kompetensi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.

Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus  pembelajaran  yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan  tertentu.  
Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:
·         kerangka dasar dan struktur kurikulum,
·         beban belajar,
  • kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
  • kalender pendidikan.
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Ø  Kurikulum 2013
Sedangkan kurikulum terbaru saat ini yang digunakan di Indonesia yaitu Kurikulum Tahun 2013, di mana kurikulum ini lebihmirip dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Model kurikulum berbasis kompetensi ini ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran. Walaupun hampir mirip dengan model Kurikulum Berbasis Kompetensi, akan tetapi masih ada juga perbedaan-perbedaannya. Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Di dalam kurikulum ini memandang bahwa setiap peserta didik itu memiliki potensinya masing-masing yang perlu digali dan dikembangkan, sehingga kelak potensinya tersebut dapat bermanfaat di dalam kehidupan si peserta didik nantinya dalam bermasyarakat. Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa setiap peserta didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa guru hanya sebagai fasilitator saja. Peran peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran itu lebih diutamakan, sehingga potensi-potensi yang ada di dalam diri peserta didik menjadi lebih tersalurkan dan dapat berkembang. Penyelenggaraan pendidikan seperti yang disampaikan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan.

Perbedaan antara KBK, KTSP dan kurikulum 2013
KBK 2004:
ü  Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
ü  Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi
Lulusan Mata Pelajaran
ü  Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk Pengetahuan
ü  Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
ü  Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
ü  Pengembangan kurikulum sampai pada silabus
ü  Tematik Kelas I dan II (mengacu mapel)

KTSP 2006:

ü  Pada KTSP, sekolah diberikan keleluasaan untuk mendelegasikan seluruh isi kurikulum melihat karakter, dan potensi lokal, KTSP tetap menekankan kompetensi akan tetapi lebih dikerucutkan lagi dalam operasional dan implementasinya di sekolah.
ü  Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
ü  Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
ü  Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk Pengetahuan
ü  Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
ü  Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
ü  Pengembangan kurikulum sampai pada komptensi dasar
ü  Tematik Kelas I-III (mengacu mapel)

Kurikulum 2013:

v  Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan masyarakat
v  Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan
v  Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
v  Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
v  Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)
v  Pengembangan kurikulum sampai pada buku teks dan buku pedoman guru
v  Tematik integratif Kelas I-VI (mengacu kompetensi)

Tabel : Perbandingan Kurikulum 2004 dan 2006
ASPEK
KURIKULUM 2004
KURIKULUM 2006
1. Landasan Hukum
  • Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004
  • UU No. 20/1999 – Pemerintah-an Daerah
  • UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. 20/2003
  • PP No. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan
  • UU No. 20/2003 – Sisdiknas
  • PP No. 19/2005 – SPN
  • Permendiknas No. 22/2006 – Standar Isi
  • Permendiknas No. 23/2006 – Standar Kompetensi Lulusan
2. Implementasi /
Pelaksanaan
Kurikulum
  • Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI
  • Keputusan Dirjen Dikdasmen No.399a/C.C2/Kep/DS/2004 Tahun 2004.
  • Keputusan Direktur Dikme-num No. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003, dan No. 1247a/ C4/MN/2003 Tahun 2003.
  • Peraturan Mendiknas RI No. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. 22 tentang SI dan No. 23 tentang SKL
3. Ideologi Pendidik-
an yang Dianut
  • Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas, kompeten, profesional dan kompetitif
  • Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas, kompeten, profesional dan kompetitif
4. Sifat (1)
  • Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci; Daerah/Sekolah hanya melaksanakan
  • Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat; Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut.
5. Sifat (2)
  • Kurikulum disusun rinci oleh Tim Pusat (Ditjen Dikmenum/ Dikmenjur dan Puskur)
  • Kurikulum merupakan kerangka dasar oleh Tim BSNP
6. Pendekatan
  • Berbasis Kompetensi
  • Terdiri atas : SK, KD, MP dan Indikator Pencapaian
  • Berbasis Kompetensi
  • Hanya terdiri atas : SK dan KD. Komponen lain dikembangkan oleh guru
7. Struktur
  • Berubahan relatif banyak dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999)
  • Ada perubahan nama mata pelajaran
  • Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (KN dan PS di SD)
  • Penambahan mata pelajaran untuk Mulok dan Pengem-bangan diri untuk semua jenjang sekolah
  • Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD)
  • Ada perubahan nama mata pelajaran
  • KN dan IPS di SD dipisah lagi
  • Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran
8. Beban Belajar
  • Jumlah Jam/minggu :
  • SD/MI = 26-32/minggu
  • SMP/MTs = 32/minggu
  • SMA/SMK = 38-39/minggu
  • Lama belajar per 1 JP:
  • SD = 35 menit
  • SMP = 40 menit
  • SMA/MA = 45 menit
  • Jumlah Jam/minggu :
  • SD/MI 1-3 = 27/minggu
  • SD/MI 4-6 = 32/minggu
  • SMP/MTs = 32/minggu
  • SMA/MA= 38-39/minggu
  • Lama belajar per 1 JP:
  • SD/MI = 35 menit
  • SMP/MTs = 40 menit
  • SMA/MA = 45 menit
9. Pengembangan
Kurikulum lebih
Lanjut
  • Hanya sekolah yang mampu dan memenuhi syarat dapat mengembangkan KTSP.
  • Guru membuat silabus atas dasar Kurikulum Nasional dan RP/Skenario Pembelajaran
  • Semua sekolah /satuan pendidikan wajib membuat KTSP.
  • Silabus merupakan bagian tidak terpisahkan dari KTSP
  • Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
10. Prinsip
Pengembangan
Kurikulum
  1. Keimanan, Budi Pekerti Luhur, dan Nilai-nilai Budaya
  2. Penguatan Integritas Nasional
  3. Keseimbangan Etika, Logika, Estetika, dan Kinestetika
  4. Kesamaan Memperoleh Kesempatan
  5. Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi
  6. Pengembangan Kecakapan Hidup
  7. Belajar Sepanjang Hayat
  8. Berpusat pada Anak
  9. Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan
  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
  2. Beragam dan terpadu
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
  5. Menyeluruh dan berkesinam-bungan
  6. Belajar sepanjang hayat
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
11. Prinsip
Pelaksanaan
Kurikulum
Tidak terdapat prinsip pelaksanaan kurikulum
  1. Didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya.
  1. Menegakkan lima pilar belajar:
  1. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,
  2. belajar untuk memahami dan menghayati,
  3. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
  4. belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain,
  5. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembela-jaran yang efektif, aktif, kreatif & menyenangkan.
3. Memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan perbaik-an, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisinya dengan memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
  1. Dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling meneri-ma dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada
5. Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan meman-faatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
6. Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
7. Diselenggarakan dalam kese-imbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
12. Pedoman
Pelaksanaan
Kurikulum
  1. Bahasa Pengantar
  2. Intrakurikuler
  3. Ekstrakurikuler
  4. Remedial, pengayaan, akselerasi
  5. Bimbingan & Konseling
  6. Nilai-nilai Pancasila
  7. Budi Pekerti
  8. Tenaga Kependidikan
  9. Sumber dan Sarana Belajar
  10. Tahap Pelaksanaan
  11. Pengembangan Silabus
  12. Pengelolaan Kurikulum
Tidak terdapat pedoman pelaksanaan kurikulum seperti pada Kurikulum 2