Tata Cara Shalat
Sunnah Idul Fitri
dan Shalat Sunnah
Idul Adha
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Asyhadu an -laa ilaaha illallaah Wa asyhadu
anna Muhammadan rasuulullaah
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul
(utusan) Allah.
Silahkan Membaca dan Menyimak
Shalat hari raya ada dua, yaitu hari raya Fitrah
tanggal 1 Syawal dan hari-hari raya Adha tanggal
10 Dzulhijjah.
Waktu shalat 'Id dimulai dari terbit matahari
sampai tergelincirnya. Kedua shalat hari raya
tersebut, hukumnya sunat muakkad bagi laki-laki
dan perempuan, mukim atau musafir. Boleh
dikerjakan sendirian dan sebaiknya dilakukan
berjamaah.
Cara Mengerjakannya
1. Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita
menunaikan shalat subuh dan sesudah kita mandi
sunah Hari Raya, lalu berangkatlah menuju masjid
atau tanah lapang dengan memperbanyak
mengucapkan takbir.
2. Setelah tiba di masjid, maka sebelum duduk
shalat tahiyatul-masjid dua rakaat. Kalau ditanah
lapangan tidak ada tahiyatul-masjid, hanya
duduklah dengan ikut mengulang-ulang bacaan
takbir, sampai mulai shalat Id itu.
3. Lafazh / Niatnya ialah sebaga berikut :
->Jika shalat 'Idul Fitri :
" Ushallii sunnatal-li'iidil-fitri rak'ataini lillahi
ta'aalaa.
Artinya:
'' Aku niat shalat sunah 'Idul Fitri dua raka'at
karena Allah Ta'ala. ''
->Jika shalat 'Idul Adha :
" Ushallii sunnatal-li'iidil-adhhaa rak'ataini
lillahi ta'aalaa.
Artinya :
'' Aku niat shalat sunah 'Idil Adha dua raka'at
karena Allah Ta'ala. ''
4. Pada rakaat pertama : Sesudah niat mula-
mula membaca takbiratul ihram kemudian
membaca doa iftitah, selanjutnya takbir 7 kali dan
setiap habis takbir disunahkan membaca :
Subhaanallahi wal-hamdu lillaah wa laa ilaaha
illallah wallaahu akbar.
Artinya :
Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah,
tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha
Besar
Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih
tersebut. Kemudian membaca surat Al-Fatihah
dan disambung dengan membaca surat yang
disukai, dan lebih utama membaca surat Qaf atau
surat Al-A'la (Sabbihisma Rabbikal-a'laa).
5. Pada raka'at kedua, sesudah berdiri untuk
raka'at kedua membaca takbir 5 kali, dan setiap
takbir disunahkan membaca tasbih seperti pada
raka'at pertama.
Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan
diteruskan dengan bacaan surat yang kita
kehendaki, tetapi lebih utama membaca surat Al-
Ghayiah. Bacaan itu dengan suara yang nyaring.
Imam menyaringkan yakni mengeraskan suaranya
pada waktu membaca surat Al-FATIHAH dan
surat-surat lainnya, sedangkan makmum tidak
nyaring.
6. Shalat ini dikerjakan dua raka'at dan dilakukan
sebagaimana shalat-shalat lainnya.
7. Khutbah dilakukan sesudah shalat 'Id dua kali,
yaitu pada khutbah pertama membaca takbir 9
kali dan pada khutbah kedua membaca takbir 7
kali dan pembacaannya harus berturut-turut.
8. Hendaknya dalam khutbah 'Idul Fitri berisi
penerangan tentang zakat fitrah dan pada hari
raya Haji / Qurban berisi penerangan tentang
ibadah haji dan hukum kurban.
Hal -hal Yang Dilakukan Sebelum Shalat ' I' d
1. Pada hari raya disunnahkan mandi, dan berhias
dengan memakai pakaian yang sebaik-baiknya
dan menggunakan wangi-wangian yang
dimilikinya.
2. Disunahkan makan sebelum pergi shalat pada
hari 'Idul Fitri, tetapi pada hari Haji disunahkan
tidak makan kecuali setelah shalat.
3. Pergi untuk mengerjakan shalat dan pulangnya
dari shalat hendaknya mengambil jalan yang
berlainan.
4. Takbiran
Pada hari raya Fitrah dan Haji disunahkan
membaca takbir di luar shalat dan waktunya
sebagai berikut :
1. Pada hari raya Fitrah takbir dimulai dari
terbenamnya matahari hingga imam berdiri untuk
mengerjakan shalat hari raya.
2. Pada hari raya Haji takbir dimulai dari subuh
pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) dan pada
tiap-tiap shalat fardhu yang lima waktu pada
hari-hari tanggal tersebut.
3. Lafazh Takbiran :
Allaahu akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Laa
ilaaha illallahu wallaahu akbar. Allaahu Akbar
wa lillaahil-hamdu (3x). Allaahu Akbar kabiiraw
wal-hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahi
bukrataw wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wa
laa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lanud-
diina wa lau karihal-kaafiruun. Laa ilaaha
illallaahu wahdahu shadaqa wa'dahu wa nashara
'abdahu wa a'azza jundahu wa hazamal-ahzaaba
wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu Akbar wa lillaahil-hamdu.
Artinya :
''Allahu Maha Besar (3x). Tidak ada Tuhan
melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala
puji bagi Allah, Allah Maha Besar dan Maha
Agung dan segala puji bagi Allah. Maha Suci
Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan
melainkan Allah dan tidak ada yang kami
sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlash
kami beragama Kepada-Nya, walaupun orang-
orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan
melainkan Allah sendiri-Nya, benar janji-Nya,
dan Dia menolong akan hamba-Nya, dan Dia
mengusir musuh nabi-Nya dengan sendiri-Nya,
tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dan bagi-Nya segala puji.''
Perlu diketahui bahwa pada hari 'Idul Fitri dan
Adha, anak-anak besar kecil, tua muda supaya
meramaikannya, bahkan bagi wanita-wanita yang
sedang haid pin dianjurkan keluar lapangan,
sekalipun mereka tidak ikut shalat.
Nabi Muhammad s.a.w bersabda :
Dari Ummi 'Athiyah katanya : ''Kami
diperintahkan pergi shalat hari raya, bahkan
anak-anak gadis keluar dari pingitannya. Juga
perempuan-perempuan yang sedang haid (datang
bulan) tetapi mereka hanya berdiri saja di
belakang orang banyak, dan turut takbir dan
berdoa bersama-sama dan mereka
mengharapkan beroleh keberkahan dan kesucian
hari itu.''
Semoga bermanfaat
27 Juli 2014
Tata cara solat idul fitri dan idul adha
3 Juli 2014
2014.. menuju bulan ke 6
2014..
Tahun ini telah berlalu dalam hitungan ke 6 bulan.. telah kulalui banyak peristiwa yg tak terduga..
Di mulai dari kembalinya aku dari baroneo, bermalam di rumah sahabat-sahabat facebook ku di jatinegara dan BSD.. hehe..
Dan yg lebih luar biasa.. aku telah menginjakan tanah harom.. ;) masjidil harom dan nabawi.. subahanallah.. telah ku lakukan pula solat sunah di makaom ibrahim dan mengecup hajar aswadmu..
19 Desember 2013
Vacation to borneo island
20 Desember 2013..
Vacation Part 1
Holiday di semester 1.. penghujung tahun 2013.. di nikmati bersama keluarga di borneo... :) senang..
Rute perjalanan:
Di jemput dan di antar alak ria dr rumah pukul. 06.00. Tiba d bandara Radin Inten 2. Pukul 07.00. Langsung chekin dan boardingpast.. rupanya ketika masukan barang k bagasi.. barang bawaan ow sebanyak 14 kg. Terpaksa daah kita bayar bagasi..
Maskapai yg di gunakan saai itu. SriwijayaAir. Pukul 08.15 takeoff dr lampung to jakarta. Alhamdulilah ga delay.. perjalanan d tempuh 45 menit.
Alhamdulilah.. sampai di Soeta dg selamat.. langsung ngambil barang2 d bagasi.. trs cari troli.. alhamdulilah di bantu dg potter bandara.
Dr terminal B4. Saya menuju. Terminal 1c. Mencaei counter kalstar. Maskapai yang akan membawa saya terbang menuju Borneo.. sAmpai di sana.. issu tiket. Rupanya penerbangan di lakasanakan pull 15.00..#waaah banyak waktu yg terbuang di bandara ini.
Sambil menunggu waktu. Istirahat dulu di area foodcourt AW terminal C. Sbari ngisi perut. Dan cuci mata..melihat keberagaman individu di tempat ini.. luar biasaaa... banyak pelajaran yg saya ambil..
Saat ini waktu menunjukkan pukul 13.00. Saatnya chekin bersama kalstar..
takeoffnya tetap pukul 15.00. Waktu tempuh di pwrkirakan 120 menit.. itu berarti 2 jam kedepan dr pukul 15.00..
:) sampai disini dulu.. vacation part 2 masih ada kok..
-salam- Lia Kanjeng ais
29 Juli 2013
Buya hamka..
Jika kerja hanya sekedar bekerja.. babi di hutan juga bekerja... jika hidup hanya sekedar hidup. Kera juga hidup .. #buya hamka
17 Mei 2013
SOSIOANTROPOLOGI PENDIDIKAN
![]() |
PENDAHULUAN
Perkembangan sosiologi antropologi pendidikan di Indonesia diawali hanya sebagai ilmu pembantu belaka, namun seiring timbulnya perguruan tinggi dana kesadaran bahwa sosiologi antropologi pendidikan sangat penting dalam menelaah masyarakat Indonesia yang sedang berkembang maka sosiologi antropologi pendidikan menempati tempat yang penting dalam daftar kuliah di beberapa perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu mengetahui dan memahami seluk beluk sosiologi antropolgi pendidikan sangat dianjurkan guna mendapatkan pengetahuan yang menunjang perkembangan ilmu itu sendiri dan aplikasinya dalm kehidupan baik sebagai mahluk individu maupun sebagai mahluk bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
SEJARAH, PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN
1. Sejarah Sosiologi Pendidikan
Kata atau istilah ”sosiologi” pertama-tama muncul dalam salah satu jilid karya tulis Auguste Comte (1978 – 1857) yaitu di dalam tulisannya yang berjudul ”Cours de philosophie Positive.” Oleh Comte, istilah sosiologi tersebut disarankan sebagai nama dari suatu disiplin yang mempelajari ”masyarakat” secara ilmiah. Dalam hubungan ini, ia begitu yakin bahwa dunia sosial juga ”berjalan mengikuti hukum-hukum tertentu” sebagaimana halnya dunia fisik atau dunia alam. (Faisal dan Yasik, tt:11)
Dalam perkembangannya, pada tahun 1914 sebanyak 16 lembaga pendidikan menyajikan mata kuliah ”Educational Sociology” pada periode berikutnya, muncul berbagai buku yang memuat bahasan mengenai ”Educational Sociology,” termasuk juga berbagai konsep tentang hubungan antara sosiologi dengan pendidikan.
Selama puluhan tahun pertama, perkembangan sosiologi pendidikan berjalan lamban. Perkembangan signifikan sosiologi pendidikan ditandai dengan diangkatnya Sir Fred Clarke sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Kependidikan di London pada tahun 1937. Clarke menganggap sosiologi mampu menyumbangkan pemikiran bagi bidang pendidikan.
Sehubungan dengan penamaan sosiologi pendidikan, terdapat perdebatan yang cukup tajam tentang penggunaan istilah-istilah yang digunakan antara lain sociological approach to education, educational sociology of education, atau the foundation. Pada akhirnya dipilih istilah sociology of education dengan tekanan dan wilayah tekanannya pada proses sosiologis yang berlangsung dalam lembaga pendidikan.
Adapun perkembangan sosiologi di Indonesia diawali hanya sebagai ilmu pembantu belaka, namun seiring timbulnya perguruan tinggi dana kesadaran bahwa sosiologi sangat penting dalam menelaah masyarakat Indonesia yang sedang berkembang maka sosiologi yang salah satunya adalah sosiologi pendidikan menempati tempat yang penting dalam daftar kuliah di beberapa perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
a. Sosiologi Secara etimologis sosiologi berasal dari kata latin “socius” dan kata Yunani “logos”. “Socius” berarti kawan, sahabat, sekutu, rekan, masyarakat. “logos” berarti ilmu. Jadi sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. (Chaerudin, dkk, 1995:67)
Dari segi isi, banyak ahli sosiologi mengemukakan berbagai definisi. Kita ambil sejumlah definisi untuk memberi gambaran tentang sosiologi. W.F. Ogburn dan M.F. Nimkoff dalam buku mereka “A Handbook of Sociology”, memberikan definisi sosology is the scientific of social life; yang maksudnya : sosiologi adalah studi secara ilmiah terhadap kehidupan sosial. (Ahmadi, 1984:9) Roucek dan Wafren : Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok. (Soekanto, 1989:16).
Menurut Ibnu Chaldun, sosiologi adalah mempelajari tentang masyarakat manusia dalam bentuknya yang bermacam-macam, watak dan ciri-ciri dari pada tiap-tiap bentuk itu dan hukum yang menguasai perkembangan. Sementara Prof. Groenman mendefinisikan sosiologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari tindakan-tindakan manusia dalam usahanya menyesuaikan diri dalam suatu ikatan. Penyesuaian ini meliputi:
1. menyesuaikan diri terhadap lingkungan geografi
3. penyesuaian diri dengan lingkungan kebudayaan sekelilingnya
(Ahmadi, 1989:9-10).
Dari rumusan diatas kita dapat menarik kesimpulan, yaitu bahwa sosiologi adalah:
3. Ki Hajar Dewantara Mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tinginya. (Ahmadi dan Uhbiyati, 2001:69)
4. Undang-undang Republik Indonesia SISDIKNAS No.20 tahun 2003
Pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Berdasarkan uraian diatas, pendidikan pada hakekatnya suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja, serta penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung terus-menerus.
Beberapa pengertian sosiologi pendidikan yang lain termuat dalam Nasution (2004: 4):
Tidak ketinggalan, Gunawan (2006:2) mengemukakan definisinya tentang sosiologi pendidikan, yaitu ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis. Dari beberapa definisi, dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek pendidikan, baik itu struktur, dinamika, masalah-masalah pendidikan ataupun aspek-aspek lainnya secara mendalam melalui analisis atau pendekatan sosiologis.
Namun demikian, pertumbuhan dan perkembangan masyarakat merupakan bentuk lain dari pola budaya yang dibentuk oleh suatu masyarakat. Pendidikan tugasnya tentu saja memberi penjelasan mengapa suatu fenomena terjadi, apakah fenomena tersebut merupakan suatu yang harus terjadi, dan bagaimana mengatasi segala implikasi yang bersifat buruk dari berkembangnya fenomena tersebut sekaligus memelihara implikasi dari berbagai fenomena yang ada.
2. hubugan antar manusia di dalam Sekolah
a. hakikat kebudayaan Sekolah sejauh ada perbeadaanya dengan kebudayaan diluar sekolah dan
c. pengaruh kepribadian guru / tenaga kependidikan terhadap kelakuan anak / peserta didik, dan
d. fungsi Sekolah / lembaga pendidikan dalam sosial murid / peserta didik.
Di sini dianalisis pola-pola interaksi antara sekolah/ lembaga pendidikan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya dalam masyarakat di sekitar sekolah / lembaga pendidikan. Hal yang termasuk dalam wilayah itu antara lain yaitu :
Ruang lingkup sosiologi pendidikan tersebut pada dasarnta untuk mempererat dan meningkatkan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, sosiologi pendidikan tidak akan keluar dari upaya-upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tercapai menurut pendidikan itu sendiri.
Antroplogi sebagai sebuah ilmu mengalami tahapan-tahapan dalam dalam perkembangannya. Koentjaraningrat (1986:1-5) membaginya ke dalam 4 (empat) tahap.
Tahap ke empat, antropologi berkembang sangat luas, baik dalam akurasi bahan pengetahuanya maupun ketajaman metode-metode ilmiahnya. Hal ini berlangsung sekitar pertengahan abad ke-20. Sasaran penelitian antropologi di masa ini bukan lagi suku bangsa primitiv dan bangsa Eropa Barat, tapi beralih pada penduduk pedesaan, baik mengenai keanekaragaman fisik, masyarakat, maupun kebudayaannya termasuk suku bangsa di daerah pedesaan di Amerika dan Eropa Barat itu sendiri, peralihan sasaran penelitian itu terutama disebabkan oleh munculnya ketidaksenangan terhadap penjajahan dan makin berkurangnya masyarakat yang dianggap primitiv.
Seperti halnya antropologi pada umumnya, antropologi pendidikan berusaha menyusun genaralisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya dalam rangka memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia khususnya dalam dunia pendidikan.
Shomad (2009:1) menyatakan bahwa studi antropologi pendidikan adalah spesialisasi yang termudah dalam antropologi. Setelah dasawarsa tahun 60-an di Amerika Serikat semakin banyak diperlukan keahlian dalam antropologi untuk meneliti masalah-masalah pendidikan, maka antropologi pendidikan kemudian dianggap dapat berdiri sendiri sebagai cabang spesialisasi antropologi yang resmi.
Di Indonesia, sebagai negara yanag sedang membangun, sangat diperlukan pengenalan kondisi yang lebih baik dan lebih lengkap agar pembangunan yang diberlakukan tidak menimbulkan kesenjangan dengan kondisi yang sejatinya. Antropologi pendidikan sering sejalan dengan perkembangan tersebut. Dewasa ini antropologi pendidikan sendiri atau bersama-sama dengan sosiologi pendidikan, menjadi mata kuliah wajib di lembaga pendidikan tenaga kependidikan.
Definisi tentang antropologi juga muncul dalam situs wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/antropologi), yaitu :
• David Hunter
Dari definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana antroplogi yaitu sebuah ilmu yanag mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan (cara-cara berperilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnnya berbeda-beda.
Ngalim Purwanto (1995:11) menyatakan bahwa pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan.
Esensi dari pendidikan itu sendiri ialah pengalihan (transmisi) kebudayaan (ilmu pengetahuan, ide-ide dan nilai-nilai spiritual serta estetika) dari generasi yang lebih tua kepada generasi yang lebih muda setiap masyarakat atau bangsa.
c. Antropologi Pendidikan
Menurut Shomad (2009:1), antropologi pendidikan mengkaji penggunaan teori-teori dan metode yang digunakan oleh para antropolog serta pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kebutuhan manusia atau masyarakat. Dengan demikian, antropologi pendidikan bukan menghasilkan ahli-ahli antropologi melainkan menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang pendidikan melalui perspektif antropologi.
Lebih lanjut, Shomad (2009:3-4), menjelaskan implementasi pendidikan sebagai penyesuaian diri dengan masyarakat, lingkungan dan kebudayaan sebagai bentuk ruang lingkup antroplogi pendidikan berlangsung dalam proses:
Adapun yang menjadi sorotan dalam proses sosialisasi yaitu:
1. adanya konflik oleh ketidakharmonisan antara keinginan pribadi, anak dengan tuntutan norma dan aturan yang berlaku
2. perbedaan status ekonomi dan letak geografis
b. Proses Enkulturasi
Enkulturasi, artinya pembudayaan. Yang dimaksud adalah proses pembudayaan anak agar menjadi manusia berbudaya.
Dalam proses ini pranata, yaitu sistem norma atau aturan-aturan mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus. (Koentjaraningrat,1980:164).
Adapun yang biasa menjadi kajian dalam proses ini, yaitu:
1. Perbedaan jenis kelamin
Dalam proses ini kita mendapatkan adanya perbedaan pada masing-masing individu berupa perbedaan kepribadian dan pengalaman.
PENUTUP
R.J. Stalcup mengemukakan bahwa sociology of education merupakan suatu analisis terhadap proses-proses sosiologis yang berlangsung dalam lembaga pendidikan. Tekanan dan wilayah telaahnya pada lembaga pendidikan itu sendiri.
Nasution mengemukakan ruang lingkup sosiologi pendidikan meliputi pokok-pokok berikut ini:
• hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat
Shomad menyatakan bahwa studi antropologi pendidikan adalah spesialisasi yang termudah dalam antropologi. Setelah dasawarsa tahun 60-an di Amerika Serikat semakin banyak diperlukan keahlian dalam antropologi untuk meneliti masalah-masalah pendidikan, maka antropologi pendidikan kemudian dianggap dapat berdiri sendiri sebagai cabang spesialisasi antropologi yang resmi.
Antropologi pendidikan merupakan sebuah kajian sistematik, tidak hanya mengenai praktek pendidikan dalam perspektif budaya, tetapi juga tentang asumsi yang dipakai antropologi terhadap pendidikan dan asumsi yang dicerminkan oleh praktek-praktek pendidikan
Ralphlinton menganggap kebudayaan adalah warisan sosial. Warisan sosial tersebut mempunyai dua fungsi. Pertama, fungsi bagi penyesuaian diri dengan masyarakat. Kedua, fungsi bagi penyesuaian diri dengan lingkungan.
Chaerudin, dkk.1995. Materi Pokok Pendidikan IPS 1. Jakarta: Universitas Terbuka.
Faisal, Sanapiah dan Yasik, Nur. tt. Sosiologi Pendidikan. Surayaba: Usaha Nasional.
Gunawan, Ary H. 2006. Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis tentang Pelbagai Problem Pendididikan. Jakarta: Rineka Cipta.
penelitian tindakan kelas
|
Perencanaan
|
|
Tindakan
|
|
Observasi
|
|
Merefleksi
|
