Loading...

27 Juli 2014

Tata cara solat idul fitri dan idul adha

Tata Cara Shalat
Sunnah Idul Fitri
dan Shalat Sunnah
Idul Adha
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Asyhadu an -laa ilaaha illallaah Wa asyhadu
anna Muhammadan rasuulullaah
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan
saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul
(utusan) Allah.
Silahkan Membaca dan Menyimak
Shalat hari raya ada dua, yaitu hari raya Fitrah
tanggal 1 Syawal dan hari-hari raya Adha tanggal
10 Dzulhijjah.
Waktu shalat 'Id dimulai dari terbit matahari
sampai tergelincirnya. Kedua shalat hari raya
tersebut, hukumnya sunat muakkad bagi laki-laki
dan perempuan, mukim atau musafir. Boleh
dikerjakan sendirian dan sebaiknya dilakukan
berjamaah.
Cara Mengerjakannya
1. Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita
menunaikan shalat subuh dan sesudah kita mandi
sunah Hari Raya, lalu berangkatlah menuju masjid
atau tanah lapang dengan memperbanyak
mengucapkan takbir.
2. Setelah tiba di masjid, maka sebelum duduk
shalat tahiyatul-masjid dua rakaat. Kalau ditanah
lapangan tidak ada tahiyatul-masjid, hanya
duduklah dengan ikut mengulang-ulang bacaan
takbir, sampai mulai shalat Id itu.
3. Lafazh / Niatnya ialah sebaga berikut :
->Jika shalat 'Idul Fitri :
" Ushallii sunnatal-li'iidil-fitri rak'ataini lillahi
ta'aalaa.
Artinya:
'' Aku niat shalat sunah 'Idul Fitri dua raka'at
karena Allah Ta'ala. ''
->Jika shalat 'Idul Adha :
" Ushallii sunnatal-li'iidil-adhhaa rak'ataini
lillahi ta'aalaa.
Artinya :
'' Aku niat shalat sunah 'Idil Adha dua raka'at
karena Allah Ta'ala. ''
4. Pada rakaat pertama : Sesudah niat mula-
mula membaca takbiratul ihram kemudian
membaca doa iftitah, selanjutnya takbir 7 kali dan
setiap habis takbir disunahkan membaca :
Subhaanallahi wal-hamdu lillaah wa laa ilaaha
illallah wallaahu akbar.
Artinya :
Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah,
tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha
Besar
Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih
tersebut. Kemudian membaca surat Al-Fatihah
dan disambung dengan membaca surat yang
disukai, dan lebih utama membaca surat Qaf atau
surat Al-A'la (Sabbihisma Rabbikal-a'laa).
5. Pada raka'at kedua, sesudah berdiri untuk
raka'at kedua membaca takbir 5 kali, dan setiap
takbir disunahkan membaca tasbih seperti pada
raka'at pertama.
Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan
diteruskan dengan bacaan surat yang kita
kehendaki, tetapi lebih utama membaca surat Al-
Ghayiah. Bacaan itu dengan suara yang nyaring.
Imam menyaringkan yakni mengeraskan suaranya
pada waktu membaca surat Al-FATIHAH dan
surat-surat lainnya, sedangkan makmum tidak
nyaring.
6. Shalat ini dikerjakan dua raka'at dan dilakukan
sebagaimana shalat-shalat lainnya.
7. Khutbah dilakukan sesudah shalat 'Id dua kali,
yaitu pada khutbah pertama membaca takbir 9
kali dan pada khutbah kedua membaca takbir 7
kali dan pembacaannya harus berturut-turut.
8. Hendaknya dalam khutbah 'Idul Fitri berisi
penerangan tentang zakat fitrah dan pada hari
raya Haji / Qurban berisi penerangan tentang
ibadah haji dan hukum kurban.
Hal -hal Yang Dilakukan Sebelum Shalat ' I' d
1. Pada hari raya disunnahkan mandi, dan berhias
dengan memakai pakaian yang sebaik-baiknya
dan menggunakan wangi-wangian yang
dimilikinya.
2. Disunahkan makan sebelum pergi shalat pada
hari 'Idul Fitri, tetapi pada hari Haji disunahkan
tidak makan kecuali setelah shalat.
3. Pergi untuk mengerjakan shalat dan pulangnya
dari shalat hendaknya mengambil jalan yang
berlainan.
4. Takbiran
Pada hari raya Fitrah dan Haji disunahkan
membaca takbir di luar shalat dan waktunya
sebagai berikut :
1. Pada hari raya Fitrah takbir dimulai dari
terbenamnya matahari hingga imam berdiri untuk
mengerjakan shalat hari raya.
2. Pada hari raya Haji takbir dimulai dari subuh
pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) dan pada
tiap-tiap shalat fardhu yang lima waktu pada
hari-hari tanggal tersebut.
3. Lafazh Takbiran :
Allaahu akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Laa
ilaaha illallahu wallaahu akbar. Allaahu Akbar
wa lillaahil-hamdu (3x). Allaahu Akbar kabiiraw
wal-hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahi
bukrataw wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wa
laa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lanud-
diina wa lau karihal-kaafiruun. Laa ilaaha
illallaahu wahdahu shadaqa wa'dahu wa nashara
'abdahu wa a'azza jundahu wa hazamal-ahzaaba
wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu Akbar wa lillaahil-hamdu.
Artinya :
''Allahu Maha Besar (3x). Tidak ada Tuhan
melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala
puji bagi Allah, Allah Maha Besar dan Maha
Agung dan segala puji bagi Allah. Maha Suci
Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan
melainkan Allah dan tidak ada yang kami
sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlash
kami beragama Kepada-Nya, walaupun orang-
orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan
melainkan Allah sendiri-Nya, benar janji-Nya,
dan Dia menolong akan hamba-Nya, dan Dia
mengusir musuh nabi-Nya dengan sendiri-Nya,
tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dan bagi-Nya segala puji.''
Perlu diketahui bahwa pada hari 'Idul Fitri dan
Adha, anak-anak besar kecil, tua muda supaya
meramaikannya, bahkan bagi wanita-wanita yang
sedang haid pin dianjurkan keluar lapangan,
sekalipun mereka tidak ikut shalat.
Nabi Muhammad s.a.w bersabda :
Dari Ummi 'Athiyah katanya : ''Kami
diperintahkan pergi shalat hari raya, bahkan
anak-anak gadis keluar dari pingitannya. Juga
perempuan-perempuan yang sedang haid (datang
bulan) tetapi mereka hanya berdiri saja di
belakang orang banyak, dan turut takbir dan
berdoa bersama-sama dan mereka
mengharapkan beroleh keberkahan dan kesucian
hari itu.''
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar