Loading...

25 September 2016

tentang SOP PAUD



Kumpulan 15 Contoh SOP PAUD Terbaru Kurikulum 2013
Standar Operasional Prosedur PAUD. Kumpulan 15 Contoh SOP PAUD Terbaru di Kurikulum 2013. Contoh Standar Operasional PAUD (SOP PAUD) ini dihimpun dari berbagai sumber. Secara singkat SOP PAUD adalah cara baku, yang disepakati dan diterapkan oleh semua orang yang ada di satuan PAUD.

Setiap satuan PAUD diwajibkan membuat SOP sebagai pengendali pelaksanaan kurikulum. SOP ini ditujukan agar keseluruhan praktek pembelajaran di setiap satuan PAUD dapat dilaksanakan secara optimal dan berkualitas.

SOP Pembelajaran merupakan langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.

SOP menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.

SOP Pembelajaran PAUD terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

SOP dapat terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan. Semakin banyak program yang dijalankan satuan pendidikan semakin banyak SOP yang harus disiapkan.

Sedangkan definisi Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah langkah-langkah yang harus diikuti untuk menjalankan suatu pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yg harus dicapai. Penetapan langkah tersebut dituangkan secara tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana , oleh siapa dan dengan cara bagaimana.
Dengan SOP PAUD diharapkan sebuah lembaga PAUD dapat memperlancar tim dalam melaksanakan tugasnya msing-masing dan tugas secara kelompok. Selain itu juga dapat mempermudah mengetahui hambatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan tugas baik hambatan tersebut datangnya dari dalam maupun dari luar.

Selanjutnya dengan SOP PAUD dapat membiasakan semua pendidik dan tenaga kependidikan berdisiplin sesuai dengan aturan yang disepakati bersama. Terakhir SOP PAUD membawa dampak dalam upaya untuk membangun cara kerja yang kelih tertata, disiplin, dan adil.


Kumpulan 15 Contoh SOP PAUD Terbaru di Kurikulum 2013

Berikut ini adalah kumpulan contoh Standar Operasional Prosedur PAUD Kurikulum 2013 terbaru yang mengacu kepada Buku Panduan SOP PAUD Kurikulum 2013 :
  1. SOP PAUD PENATAAN ALAT MAIN.doc Lihat Disini
  2. SOP PAUD PENYAMBUTAN KEDATANGAN ANAK.doc Lihat Disini
  3. SOP PAUD KEGIATAN CUCI TANGAN.doc Lihat Disini
  4. SOP PAUD KEGIATAN SIKAT GIGI.doc Lihat Disini
  5. SOP PAUD PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN.doc Lihat Disini
  6. SOP PAUD KEGIATAN MAKAN.doc Lihat Disini
  7. SOP PAUD KEGIATAN PIJAKAN SEBELUM MAIN.doc Lihat Disini
  8. SOP PAUD KEGIATAN PIJAKAN SELAMA MAIN.doc Lihat Disini
  9. SOP PAUD KEGIATAN PIJAKAN SETELAH MAIN.doc Lihat Disini
  10. SOP PAUD PENATAAN LINGKUNGAN MAIN.doc Lihat Disini
  11. SOP PAUD PEMBUKAAN KEGIATAN HARIAN.doc Lihat Disini
  12. SOP PAUD BERMAIN MOTORIK KASAR.doc Lihat Disini
  13. SOP PAUD TOILETING (MELATIH ANAK KE TOILET).doc Lihat Disini
  14. SOP PAUD PENGELOLAAN KEGIATAN BELAJAR.doc Lihat Disini
  15. SOP PAUD MEMBACA BUKU UNTUK ANAK.doc Lihat Disini











Contoh SOP PAUD Penataan Alat Main Kurikulum 2013


Pembelajaran PAUD didefinisikan sebagai langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.
SOP PAUD menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.

SOP Pembelajaran PAUD terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

Penyusunan jadwal harian dan standar operasional prosedur penting dilaksanakan untuk membangun layanan PAUD yang lebih berkualitas, terstruktur dan transparan.

Terlebih lagi program PAUD lebih menekankan pada pengembangan sikap, maka pembiasaan yang dilakukan dengan konsisten menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu penting di setiap satuan PAUD harus memiliki jadwal harian dan standar operasional prosedur dan menerapkannya di satuan masing-masing.
Jika semua pihak dapat berpartisipasi dengan optimal, maka diyakini bahwa penerapan Kurikulum 2013 PAUD di setiap satuan pendidikan PAUD akan memberi dampak yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak yang dititipkan di satuan pendidikan PAUD bersangkutan. Akumulasi dari dampak tersebut akan mengantarkan anak-anak Indonesia kelak menjadi anak yang cerdas secara komprehenshif.

Contoh SOP PAUD Penataan Alat Main Kurikulum 2013

TUJUAN

  • Menumbuhkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari agar bisa menjadi disiplin (2.6)
  • Menumbuhkan perilaku yang mencerminkan kemandirian (2.8)
  • Mengembangkan perilaku yang mencerminkan sikap tanggung jawab (2.12)
  • Menumbuhkan minat anak bermain dan mengembangkan pengalamannya dengan alat yang disediakan (3.9)
  • Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan yang tertuang dalam RPPH

PROSEDUR KERJA

  1. 30 menit sebelum anak datang, pendidik sudah menyiapkan alat main yang akan digunakan.
  2. Lingkungan belajar yang akan digunakan di dalam ruang (indoor) dan di luar ruang (outdoor) harus bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  3. RPPH yang sudah dibuat harus menjadi acuan untuk penataan alat main
  4. Penataan alat bermain harus mewakili 3 jenis main yaitu main sensorimotor, main peran, dan main pembangunan, untuk memberikan pengalaman bermain yang beragam serta harus mendukung perkembangan bahasa, kognitif, sosial- emosional anak
  5. Peletakan alat main harus tepat sehingga anak bisa memusatkan perhatian pada kegiatan yang dilakukannya
  6. Pastikan alat main ditata di area yang aman. Jika bermain menggunakan air, pastikan bahwa lantai di area tersebut tidak licin, sehingga tidak mudah terpeleset.
  7. Alat main yang disediakan harus bisa digunakan dengan berbagai cara sehingga menumbuhkan kreativitas anak.
  8. Alat main yang disiapkan harus dalam kondisi baik, lengkap jumlahnya, tidak retak/membahayakan.
  9. Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
  10. Disiapkan celemek tidak tembus air untuk digunakan saat anak bermain air
  11. Saat beres-beres harus disediakan tempat/wadah untuk menyimpan mainan sesuai dengan kategorinya

Contoh SOP Penyambutan Anak PAUD Kurikulum 2013

Contoh SOP Penyambutan Anak PAUD Kurikulum 2013. Proses pembelajaran di PAUD tidak terbatas pada saat anak berada di sentra atau area atau kelas, tetapi sejak anak datang hingga pulang. Ketika anak datang, seorang guru PAUD hendaknya menyapa sang anak. Nah bagaimana standar operasional dalam menyambut anak PAUD kita simak ulasan berikut.
Semua proses interaksi anak dengan pendidik, dengan temannya, atau dengan lingkungan atau alat mainannya termasuk dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu Satuan PAUD harus merancang jadwal harian dan bagaimana para pendidik berperan di dalamnya penting diperhatikan dalam sebuah acuan standar PAUD yang bernama Strandar Operasional Prosedur.

Dalam menyusun SOP PAUD sesuai Kurikulum 2013 ada hal-hal yang perlu diperhatikan secara umum antara lain adalah :
  • Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  • Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
  • Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
  • Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
  • Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
  • Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.
Contoh SOP Penyambutan Anak PAUD Kurikulum 2013

Contoh SOP Penyambutan Anak PAUD Kurikulum 2013

  1. Saat anak memasuki lingkungan sekolah, pendidik mempersiapkan diri menyambut anak. 
  2. Pendidik memposisikan tubuh sejajar dengan ketinggian anak dan mengupayakan kontak mata, mengucap salam, menyapa nama anak, menanyakan kabar anak dengan ramah serta diupayakan menggunakan bahasa/ kebiasaan keluarga masing-masing.
  3. Mengekspresikan  kasih sayang, mis: pelukan, usapan tangan, diberikan bila anak merasa nyaman. Pendidik menghormati pendapat anak bila anak tidak merasa nyaman.
  4. Pendidik mempersilahkan anak untuk menyimpan barang pribadi di tempatnya secara mandiri.
  5. Pendidik melakukan cek kondisi fisik dan kesehatan anak secara sederhana sambil mengajak bercakap-cakap membicarakan hal-hal ringan pagi ini (misalnya: suhu badan, ada tidaknya luka, mata, kuku).
  6. Pendidik membuat catatan dan mengambil tindakan yang diperlukan bila menemukan kondisi fisik dan kesehatan anak yang perlu penanganan.. 

Contoh SOP PAUD Kegiatan Cuci Tangan Kurikulum 2013

sop cuci tangan anak sop cuci tangan menurut who anak sop cuci tangan 7 langkah anak sop cuci tangan steril anak sop cuci tangan biasa anak sop cuci tangan yang benar anak sop cuci tangan operasi anak sop cuci tangan pdf anak sop cuci tangan dengan alkohol anak sop cuci tangan terbaru anak sop cuci tangan kamar operasi anak sop mencuci tangan 7 langkah anak sop mencuci tangan bersih anak sop mencuci tangan biasa anak sop basuh tangan anak sop tentang cuci tangan anak sop mencuci tangan yang benar anak sop mencuci tangan menurut who anak sop mencuci tangan 6 langkah anak cara cuci tangan asepsis anak cara cuci tangan adalah anak cara cuci tangan aseptik anak cara mencuci tangan aseptik anak cara cuci tangan dengan alkohol anak sop cuci tangan bedah anak sop cuci tangan bersih anak cara cuci tangan bersih anak cara cuci tangan benar anak cara cuci tangan baik dan benar anak cara cuci beg tangan anak cara mencuci tangan bersih dan steril anak cara mencuci tangan baik dan benar anak cara mencuci tangan biasa dan steril anak cara mencuci tangan baik anak cara cuci baju tangan anak cara cuci tangan dalam bahasa inggris anak cara cuci tangan yang betul anak cara cuci tangan bedah anak cara cuci tangan biasa anak cara cuci tangan bersih dan steril anak
Download Contoh SOP PAUD Kegiatan Cuci Tangan Kurikulum 2013 format doc disini. SOP Pembelajaran PAUD didefinisikan sebagai langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.
SOP PAUD menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.

Contoh SOP PAUD Kegiatan Cuci Tangan Kurikulum 2013 --SOP Pembelajaran PAUD terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

Penyusunan jadwal harian dan standar operasional prosedur penting dilaksanakan untuk membangun layanan PAUD yang lebih berkualitas, terstruktur dan transparan.

Terlebih lagi program PAUD lebih menekankan pada pengembangan sikap, maka pembiasaan yang dilakukan dengan konsisten menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu penting di setiap satuan PAUD harus memiliki jadwal harian dan standar operasional prosedur dan menerapkannya di satuan masing-masing.

Jika semua pihak dapat berpartisipasi dengan optimal, maka diyakini bahwa penerapan Kurikulum 2013 PAUD di setiap satuan pendidikan PAUD akan memberi dampak yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak yang dititipkan di satuan pendidikan PAUD bersangkutan. Akumulasi dari dampak tersebut akan mengantarkan anak-anak Indonesia kelak menjadi anak yang cerdas secara komprehenshif.

Contoh SOP PAUD Kegiatan Cuci Tangan Anak PAUD Kurikulum 2013

TUJUAN

  • Membiasakan untuk mencuci tangan (2.1)
  • Membiasakan untuk tertib (2.6)
  • Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan kebersihan diri (2.1)
  • Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan tubuh (2.12)

PROSEDUR KERJA

  1. Basahilah kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut.
  2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
  3. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih
  4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan
  5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
  6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
  7. Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu

Contoh SOP PAUD Kegiatan Sikat Gigi Anak Kurikulum 2013

Download Contoh SOP PAUD Kegiatan Sikat Gigi Anak Kurikulum 2013 format doc disini. Standar Operasioanl Prosedr atau SOP PAUD didefinisikan sebagai langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.
SOP PAUD menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.

SOP Pembelajaran PAUD terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

Penyusunan jadwal harian dan standar operasional prosedur penting dilaksanakan untuk membangun layanan PAUD yang lebih berkualitas, terstruktur dan transparan.

Terlebih lagi program PAUD lebih menekankan pada pengembangan sikap, maka pembiasaan yang dilakukan dengan konsisten menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu penting di setiap satuan PAUD harus memiliki jadwal harian dan standar operasional prosedur dan menerapkannya di satuan masing-masing.
sop sikat gigi anak paud sop sikat gigi pasien anak sop oral hygiene dengan sikat gigi anak sop oral hygiene tanpa sikat gigi anak sop gosok gigi anak

Jika semua pihak dapat berpartisipasi dengan optimal, maka diyakini bahwa penerapan Kurikulum 2013 PAUD di setiap satuan pendidikan PAUD akan memberi dampak yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak yang dititipkan di satuan pendidikan PAUD bersangkutan. Akumulasi dari dampak tersebut akan mengantarkan anak-anak Indonesia kelak menjadi anak yang cerdas secara komprehenshif.

Contoh SOP PAUD Sikat Gigi Anak Kurikulum 2013

TUJUAN

  • Membiasakan untuk menyikat gigi (2.1)
  • Membiasakan untuk tertib (2.6)
  • Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan kebersihan diri (2.1)
  • Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan tubuh (2.12)

PROSEDUR KERJA

  1. Siapkan sikat gigi dan pasta gigi berfluor
  2. Kumur-kumur
  3. Sikat semua permukaan gigi, maju mundur, pendek-pendek 8 kali gerakan, rahang atas & bawah
  4. Permukaan sikat gigi menghadap langit langit & lidah
  5. Sikat permukaan gigi menghadap pipi dan bibir atas & bawah
  6. Permukaan yang dipakai mengunyah
  7. Kumur 1x saja, fluor masih ada
  8. Bersihkan sikat gigi, simpan posisi tegak kepala di atas

Contoh SOP PAUD Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan K13

Download Contoh SOP PAUD Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kurikulum 2013 format doc disini. SOP Pembelajaran PAUD didefinisikan sebagai langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.
SOP PAUD menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.

Contoh SOP PAUD Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kurikulum 2013

TUJUAN

  • Membiasakan untuk menjaga keamanan diri (2.1)
  • Membiasakan untuk tertib (2.6)
  • Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan tubuh (2.12)
  • Mengetahui cara hidup sehat (3.4)
  • Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat (4.4)

PROSEDUR KERJA

MEMAR: 

Merupakan kondisi akibat adanya trauma/benturan dengan benda keras. Bisa berbentuk benjolan pada bagian yang terantuk, kadang disertai warna kebiruan. Cara mengatasinya:
  1. Memberikan kompres dingin pada bagian yang terbentur untuk mencegah bertambah banyaknya darah yang merembes ke jaringan dan juga untuk mencegah pembengkakan (udema)
  2. Perhatikan pada hari berikutnya bengkak berkurang atau tidak. Untuk mengurangi/ menghilangkan pembengkakan dilakukan kompres panas selama 3-5 menit tujuannya untuk melebarkan pembuluh darah setempat, setelah itu diganti dengan dikompres dingin selama 1 – 2 menit. Lakukan sebanyak 4 -5 kali sehari sampai bengkak menghilang. Ketika melakukan kompres panas pastikan suhu panas tidak sampai menimbulkan luka bakar. Kompres panas dilakukan dengan menggunakan kantong air panas atau salep/ krim pemanas kulit.
Contoh SOP PAUD Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan K13 p3k anak paud p3k anak panas p3k anak usia dini p3k anak tk kb tpa p3k anak demam p3k anak sekolah p3k pada anak sd p3k pada anak sekolah materi p3k anak sd p3k pada anak sekolah dasar p3k pada anak p3k untuk anak sd p3k untuk anak p3k pada anak demam p3k untuk anak sekolah dasar p3k untuk anak usia dini

LUKA PARUT: 

Biasanya disebabkan karena adanya benda keras yang merusak permukaan kulit misal jatuh saat berlari. Cara mengatasinya:
  1. Hentikan pendarahan yang terjadi dengan cara menekan bagian yang mengeluarkan darah dengan menggunakan kain kasa steril atau saputangan/kain bersih.
  2. Dengan menggunakan air dan sabun bersihkan daerah sekitar luka. Jika ada kerikil, kayu, atau benda lain di luka keluarkan. Setelah itu luka dibersihkan dengan kasa steril atau benda lain yang cukup bersih. Setelah bersih berikan anti infeksi lokal seperti povidon iodin atau kasa anti-infeksi. Bila luka yang terjadi terlalu dalam, segera rujuk ke rumah sakit.

MIMISAN ATAU PENDARAHAN HIDUNG: 

Diatasi dengan cara:
  1. Anak yang mimisan didudukkan sambil agak menunduk, cuping hidung kiri dan kanan dipencet bersama-sama, bernafas melalui mulut. Tunggu sampai 10 menit.
  2. Bila darah masih keluar, segera rujuk ke rumah sakit.
  3. Menggunakan daun sirih sebagai cara tradisional juga bisa dilakukan karena daun sirih dapat menghentikan pendarahan karena daun sirih mengandung zat yang menyempitkan pemburuh darah.

KEMASUKAN BENDA ASING: 

Adalah adanya benda yang tidak biasa di dalam tubuh misalkan duri menusuk dan tertinggal dalam kulit, hidung atau telinga kemasukan biji- bijian, telinga kemasukan serangga, saluran nafas tersumbat makanan. Cara mengatasinya:
  1. Apabila benda yang masuk tidak terlalu besar, usahakan untuk bersin, caranya dengan mencium bubuk merica. Jika tidak berhasil dibawa atau dirujuk ke rumah sakit. Jangan mengkorek atau menyemprot dengan air karena bisa lebih berbahaya.
  2. Jika ada benda asing di telinga harus dikeluarkan dengan meneteskan minyak mineral (gliserin/parafin cair) atau obat tetes telinga, kemudian miringkan dan amati benda asing tersebut keluar atau tidak. Kalau tidak keluar harus segera dirujuk ke rumah sakit.
  3. Jika mata kemasukan debu, bisa menggunakan cairan pencuci mata atau dengan mengalirkan air bersih.
  4. Ada benda asing di kulit misal duri. Jika ujungnya masih teraba cabut dengan alat penjepit yang telah dibersihkan/ disucihamakan. Bila halus, duri bambu/kaktus/ulat bulu dapat dengan menggunakan plester yang ditempelkan pada kulit yang tertancap duri halus, kemudian plester dicabut dengan cepat. Lakukan berulang-ulang sampai duri/bulu halus tercabut semua
  5. Jika mendapat gigitan hewan, cuci bekas gigitan dengan air bersih dan sabun, beri antiseptik balut, dan rujuk ke rumah sakit.
  6. Jika mendapat sengatan serangga, segera lepas serangga dari tempat gigitannya dengan menggunakan minyak pelumas atau terpentin atau minyak cat kuku. Setelah terlepas luka dibersihkan dengan sabun dan diolesi calamin atau krim antihistamin. Bila tersengat lebah, ambil sengatnya dengan jarum halus, bersihkan dan oleskan krim antihistamin atau kompres es bagian yang tersengat. Jika muncul tanda-tanda seperti mual dan mutah, pucat apalagi sampai sesak nafas segera rujuk ke rumah sakit.

Contoh SOP Kegiatan Makan Anak PAUD Kurikulum 2013

Contoh SOP Kegiatan Makan Anak PAUD Kurikulum 2013. Proses pembelajaran di PAUD tidak terbatas pada saat anak berada di sentra atau area atau kelas, tetapi sejak anak datang hingga pulang. Kegiatan makan anak PAUD (TK, KB, TPA, SPS) harus memenuhi standar operasional prosedur yang akan dijelaskan beberapa point di bawah ini.
Semua proses interaksi anak dengan pendidik, dengan temannya, atau dengan lingkungan atau alat mainannya termasuk dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu Satuan PAUD harus merancang jadwal harian dan bagaimana para pendidik berperan di dalamnya penting diperhatikan dalam sebuah acuan standar PAUD yang bernama Strandar Operasional Prosedur. --Contoh SOP Kegiatan Makan Anak PAUD Kurikulum 2013

Dalam menyusun SOP PAUD sesuai Kurikulum 2013 ada hal-hal yang perlu diperhatikan secara umum antara lain adalah :
  • Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  • Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
contoh sop paud kegiatan makan tk kb paud

  • Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
  • Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
  • Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
  • Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
  • Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.
  •  

Contoh SOP Kegiatan Makan Anak PAUD Kurikulum 2013

Prosedur yang dilakukan untuk SOP PAUD berkaitan Kegiatan Makan Anak :
  1. Kegiatan makan dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok didampingi guru
  2. Siapkan alat makan sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia untuk membangun pemahaman matematika dan kepedulian sosial.
  3. Pastikan semua anak sudah mencuci tangannya, sebelum mereka duduk di kursi makan.
  4. Pastikan semua anak sudah duduk di tempatnya, saat guru mengenalkan menu makan dan kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh.
  5. Apabila anak membawa makanan dari rumah, ceklah apakah makanan tersebut cukup memenuhi unsur kecukupan gizi.
  6. Pastikan semua anak memiliki bekal, jika ada anak yang tidak membawanya berikan contoh untuk berbagi.
  7. Ajak anak bersyukur bahwa ada makanan yang dapat dimakan. Awali dengan berdoa yang dipimpin oleh anak secara bergantian setiap harinya.
  8. Makan dengan tertib, tidak berceceran, dan tidak menyisakan makanan terbuang.
  9. Kenalkan pada anak sopan santun saat makan.
  10. Jika selesai ajak kembali anak berdoa, dan mengucapkan syukur.
  11. Ajak anak untuk menyimpan kembali alat makan ke tempat semula. Jika memungkinkan biarkan anak mencucinya.
  12. Ajak anak-anak untuk membersihkan kembali tempat yang sudah digunakan agar tidak ada sisa makanan yang tercecer.
  13. Bila anak sudah selesai merapikan kembali, ajaklah anak untuk mengikuti kegiatan transisi. 

Contoh SOP PAUD Kegiatan Pijakan Sebelum Main K-13

Download Contoh SOP PAUD Kegiatan Pijakan Sebelum Main Kurikulum 2013 format doc disini.
Pengertian pijakan sebelum main adalah penjelasan yang berisi hal-hal apa saja mengenai tema yang sedang dibahas, ragam main, dan aturan selama bermain.

SOP Pembelajaran PAUD didefinisikan sebagai langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.

SOP PAUD menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.

SOP Pembelajaran PAUD terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

Penyusunan jadwal harian dan standar operasional prosedur penting dilaksanakan untuk membangun layanan PAUD yang lebih berkualitas, terstruktur dan transparan.

Terlebih lagi program PAUD lebih menekankan pada pengembangan sikap, maka pembiasaan yang dilakukan dengan konsisten menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu penting di setiap satuan PAUD harus memiliki jadwal harian dan standar operasional prosedur dan menerapkannya di satuan masing-masing.
Contoh SOP PAUD Kegiatan Pijakan Sebelum Main K-13 contoh pijakan sebelum main pengertian pijakan sebelum main

Jika semua pihak dapat berpartisipasi dengan optimal, maka diyakini bahwa penerapan Kurikulum 2013 PAUD di setiap satuan pendidikan PAUD akan memberi dampak yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak yang dititipkan di satuan pendidikan PAUD bersangkutan. Akumulasi dari dampak tersebut akan mengantarkan anak-anak Indonesia kelak menjadi anak yang cerdas secara komprehenshif.

Contoh SOP PAUD Pijakan Sebelum Main Kurikulum 2013

TUJUAN

  • Membiasakan untuk berdoa sebelum melakukan kegiatan (4.1)
  • Mengembangkan kemampuan berbahasa (kosakata baru, mengungkapkan bahasa) (3.11)
  • Mengembangkan sikap percaya diri (2.5)
  • Mengembangkan sikap menghargai orang lain yang berbicara (2.10)
  • Mengembangkan kemampuan mengamati, menanya, mencobakan untuk mencari tahu
  • Mengenalkan konsep pengetahuan sesuai dengan tema dan RPPH yang disusun
  • Mengembangkan kemampuan fokus pada tema dan kegiatan yang dilakukan (2.12, 3.13)
  • Membiasakan anak disiplin mengikuti aturan (2.6)
  • Membiasakan berani melakukan tantangan baru(2.2, 2.5)
  • Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan kata)

PROSEDUR KERJA

  1. Anak duduk dalam bentuk lingkaran atau duduk merapat tetapi dalam suasana tidak berdesakan, posisi guru di depan menghadap ke anak.Menyapa anak untuk memulai kegiatan
  2. Anak berdoa sebelum melakukan kegiatan
  3. Bertanya kepada anak tentang hal-hal yang dilakukan hari kemarin
  4. Menanyakan perasaan anak hari ini untuk mengenal perasaan anak
  5. Memberitahukan bila ada sesuatu yang tidak biasa terjadi hari ini, misalnya ada tamu, ada guru yang tidak masuk sehingga digantikan oleh guru lainnya
  6. Mengenalkan tema dan konsep hari ini dan mempersilakan anak mengamati, bertanya tentang tema yang dikenalkan.
  7. Siapkan buku yang sesuai dengan tema agar anak bisa mencari informasi dan bertanya yang terkait dengan tema.
  8. Membacakan buku sesuai tema untuk membangun ide bermain.
  9. Mengembangkan kosa kata dan menanyakan pendapat anak tentang arti kata yang dimaksud.
  10. Mendiskusikan ide bermain apa yang akan dibuat anak dengan alat dan bahan yang tersedia.
  11. Memberikan contoh secara tepat untuk kegiatan baru yang belum dimengerti anak.
  12. Membangun aturan main bersama anak
  13. Mengulang kembali aturan di sentra:
    1. pilih kegiatan
    2. selesaikan kegiatan
    3. perlihatkan hasil karya pada pendidik
    4. merapikan alat yang sudah digunakan
    5. pilih kegiatan lainnya.
  14. Anak memilih mainan sesuai dengan minatnya
  15. Mengelola kegiatan pemilihan mainan dengan menerapkan permainan yang menarik
  16. Mempersilakan anak mulai bermain.



Contoh SOP PAUD Pijakan Selama Main Kurikulum 2013

Download Contoh SOP PAUD Pijakan Selama Main Kurikulum 2013 format doc disini. SOP Pembelajaran PAUD didefinisikan sebagai langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.
SOP PAUD menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.

SOP Pembelajaran PAUD terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

Penyusunan jadwal harian dan standar operasional prosedur penting dilaksanakan untuk membangun layanan PAUD yang lebih berkualitas, terstruktur dan transparan.

Terlebih lagi program PAUD lebih menekankan pada pengembangan sikap, maka pembiasaan yang dilakukan dengan konsisten menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu penting di setiap satuan PAUD harus memiliki jadwal harian dan standar operasional prosedur dan menerapkannya di satuan masing-masing.
Contoh SOP PAUD Pijakan Selama Main Kurikulum 2013

Jika semua pihak dapat berpartisipasi dengan optimal, maka diyakini bahwa penerapan Kurikulum 2013 PAUD di setiap satuan pendidikan PAUD akan memberi dampak yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak yang dititipkan di satuan pendidikan PAUD bersangkutan. Akumulasi dari dampak tersebut akan mengantarkan anak-anak Indonesia kelak menjadi anak yang cerdas secara komprehenshif.

Contoh SOP PAUD Pijakan Selama Main 2013

TUJUAN

  • Mengembangkan kemampuan mencobakan untuk mencari tahu (2.2)
  • Membiasakan untuk berani melakukan tantangan baru (2.5)
  • Mengembangkan kemampuan focus (3.13,3.14)
  • Membiasakan untuk bekerja tuntas (awal sampai akhir) (2.12)
  • Membiasakan untuk melakukan kegiatan secara mandiri dan bekerjasama (2.8, 2.10)
  • Membiasakan untuk saling membantu dengan guru dan teman (2.9)
  • Membiasakan untuk berbagi alat main (2.9)
  • Mengenal berbagai konsep pengetahuan (matematika, sosial, alam, sains, bahasa, alat/teknologi). (3.6, 3.7, 3.8, 3.9)
  • Mengembangkan keterampilan membuat karya dengan berbagai alat dengan ide sendiri (4.15)
  • Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan kata terima kasih, maaf, tolong). (2.14)
  • Membiasakan untuk menghargai hasil karya diri dan teman (2.10)
  • Mengembangkan keterampilan berkomunikasi (4.11)
  • Mengembangkan sikap percaya diri (2.5)
  • Membiasakan untuk bertanggung jawab (2.12)

PROSEDUR KERJA

  1. Melakukan (pengamatan) dan membuat catatan perkembangan anak.
  2. Memberikan waktu bermain selama (45 menit – 1 jam)
  3. Memberikan pijakan dengan menggunakan kalimat bertanya yang terbuka secara tepat Misal: bagaimana caramu menemukan warna ini?, Bangunan apa yang sedang dibangun nak?
  4. Pijakan yang diberikan harus sesuai dengan perkembangan anak
  5. Dorong anak untuk bermain dalam kelompok kecil selain bermain secara mandiri.
  6. Anak diberi kesempatan untuk membuat karya dengan idenya sendiri
  7. Anak diberi kesempatan untuk mencoba alat dan bahan main dengan caranya sendiri
  8. Anak didukung untuk bekerja sampai tuntas
  9. Anak didukung untuk saling berbagi alat main
  10. Anak didukung untuk mau membantu guru dan temannya.
  11. Anak didukung menemukan konsep pengetahuan (matematika, sosial, alam, sains, bahasa, alat/teknologi) melalui alat dan bahan yang dimainkannya.
  12. Membangun kepercayaan diri anak dengan memberikan kesempatan untuk mengemukakan gagasannya melalui alat dan bahan main yang digunakannya.
  13. Mengingatkan pada anak sisa waktu bermain.
  14. Mengajak anak untuk membereskan alat sesuai tempat dan jenisnya.

Contoh SOP PAUD Pijakan Setelah Main Kurikulum 2013

Download Contoh SOP PAUD Kegiatan Pijakan Setelah Main Kurikulum 2013 format doc disini. SOP Pembelajaran PAUD didefinisikan sebagai langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak.
SOP PAUD menjadi sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya kegiatan pembiasaan dan keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.

SOP Pembelajaran PAUD terutama ditujukan untuk mewujudkan pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

Penyusunan jadwal harian dan standar operasional prosedur penting dilaksanakan untuk membangun layanan PAUD yang lebih berkualitas, terstruktur dan transparan.

Terlebih lagi program PAUD lebih menekankan pada pengembangan sikap, maka pembiasaan yang dilakukan dengan konsisten menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu penting di setiap satuan PAUD harus memiliki jadwal harian dan standar operasional prosedur dan menerapkannya di satuan masing-masing.
Contoh SOP PAUD Pijakan Setelah Main Kurikulum 2013

Jika semua pihak dapat berpartisipasi dengan optimal, maka diyakini bahwa penerapan Kurikulum 2013 PAUD di setiap satuan pendidikan PAUD akan memberi dampak yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak yang dititipkan di satuan pendidikan PAUD bersangkutan. Akumulasi dari dampak tersebut akan mengantarkan anak-anak Indonesia kelak menjadi anak yang cerdas secara komprehenshif.

Contoh SOP PAUD Pijakan Setelah Main Kurikulum 2013

TUJUAN

  • Membiasakan untuk berdoa sesudah melakukan kegiatan (4.1)
  • Mengembangkan kemampuan berbahasa (kosakata baru, mengungkapkan bahasa) (4.11)
  • Mengembangkan sikap percaya diri (2.5)
  • Mengembangkan sikap menghargai orang lain yang berbicara (2.7)
  • Menguatkan konsep pengetahuan sesuai dengan tema dan RPPH yang disusun
  • Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan kata terima kasih, maaf, tolong). (2.14)
  • Mengembangkan kemampuan behasa ekspresif

PROSEDUR KERJA

  1. Mengajak anak untuk duduk melingkar dan menanyakan perasaan setelah bermain
  2. Menanyakan kegiatan bermain yang sudah dilakukan anak (recalling).
  3. Anak diberi kesempatan untuk menunjukkan hasil karya, bisa dalam bentuk gambar, tulisan, bercerita.
  4. Memperkuat kembali konsep pengetahuan yang sudah didapat anak selama bermain (sesuai dengan RPPH)
  5. Memberikan penghargaan seperti ucapan terima kasih terhadap perilaku anak yang sudah sesuai dengan aturan dan
  6. Membahas apa yang seharusnya dilakukan bila ada anak yang belum mematuhi aturan.
  7. Menyampaikan kegiatan berikutnya dan perilaku yang diharapkan pada anak untuk mengikuti kegiatan berikutnya.

Contoh SOP Penataan Lingkungan PAUD Kurikulum 2013

Contoh SOP Penataan Lingkungan PAUD berdasar Kurikulum 2013 PAUD. Proses pembelajaran di PAUD tidak terbatas pada saat anak berada di sentra atau area atau kelas, tetapi sejak anak datang hingga pulang.
Semua proses interaksi anak dengan pendidik, dengan temannya, atau dengan lingkungan atau alat mainannya termasuk dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu Satuan PAUD harus merancang jadwal harian dan bagaimana para pendidik berperan di dalamnya penting diperhatikan dalam sebuah acuan standar PAUD yang bernama Strandar Operasional Prosedur. SOP Penataan Lingkungan PAUD

Dalam menyusun SOP PAUD sesuai Kurikulum 2013 ada hal-hal yang perlu diperhatikan secara umum antara lain adalah :
  • Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  • Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
sop paud, penataan bermain paud, penataan lingkungan paud, menata ruangan paud, sop penataan lingkungan paud

·  Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
·  Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
·  Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
·  Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
·  Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.

Contoh SOP Penataan Lingkungan PAUD Kurikulum 2013

Prosedur yang dilakukan untuk SOP PAUD berkaitan Penataan Lingkungan PAUD :
  1. Pendidik menyiapkan alat main yang akan digunakan anak maksimal 30 menit sebelum anak datang.
  2. Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  3. Penataan alat main harus berdasarkan RPPH yang sudah dibuat.
  4. Alat bermain yang ditata harus mewakili 3 jenis main yaitu main sensorimotor, main peran, dan main pembangunan, untuk memberikan pengalaman bermain yang beragam.
  5. Alat main  ditata di area yang aman. Jika bermain yang menggunakan air, pastikan bahwa lantai tidak licin, sehingga tidak menjadikan mudah terpeleset.
  6. Penataan alat main mendukung perkembangan bahasa, kognitif, sosial-emosional anak.
  7. Alat main yang ditata dapat digunakan dengan berbagai cara sehingga menumbuhkan kreativitas anak.
  8. Alat main yang disiapkan dipastikan dalam kondisi baik, lengkap setnya, tidak retak. 
  9. Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
  10. Disiapkan tempat untuk membereskan mainan sesuai dengan kategorinya. . 
Contoh SOP Pembukaan Kegiatan Harian PAUD Kurikulum 2013
Contoh SOP Pembukaan Kegiatan Harian PAUD Kurikulum 2013. Proses pembelajaran di PAUD tidak terbatas pada saat anak berada di sentra atau area atau kelas, tetapi sejak anak datang hingga pulang. Cara memulai kegiatan PAUD sehari-hari setidaknya memuat komponen-komponen yang akan dijelaskan dibawah.

Semua proses interaksi anak dengan pendidik, dengan temannya, atau dengan lingkungan atau alat mainannya termasuk dalam proses pembelajaran. Contoh SOP Pembukaan Kegiatan Harian PAUD Kurikulum 2013, Oleh karena itu Satuan PAUD harus merancang jadwal harian dan bagaimana para pendidik berperan di dalamnya penting diperhatikan dalam sebuah acuan standar PAUD yang bernama Strandar Operasional Prosedur.

Dalam menyusun SOP PAUD sesuai Kurikulum 2013 ada hal-hal yang perlu diperhatikan secara umum antara lain adalah :
  • Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.

macam kegiatan paud contoh laporan kegiatan paud analisis kegiatan paud gambar kegiatan paud

· 
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
·  Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
·  Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
·  Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
·  Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
·  Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.
TUJUAN
Membangun minat anak dan mampu beradaptasi dengan lingkungan PAUD, mengenalkan symbol negara dan lagu kebangsaan serta kecintaan pada tanah air

Prosedur KERJA:
  1. Awali dengan kegiatan berdoa dan bernyanyi.
  2. Pendidik memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan pengalaman dan mendiskusikannya.
  3. Pendidik bersama anak melakukan percakapan untuk mengecek kehadiran sambil membiasakan anak untuk memperhatikan dan menyebutkan temannya yang tidak masuk.
  4. Biasakan selalu berbicara dengan lembut (soft speaking communication).
  5. Biasakan mengawali kegiatan dengan membacakan buku atau bacaan lain sesuai dengan tema (selalu menyebutkan judul buku dan nama pengarangnya).
  6. Sebelum masuk ke kegiatan hari ini, tanyakan kembali kegiatan yang dilakukan kemarin.
  7. Selalu mendiskusikan tema, lingkup materi, kegiatan yang akan dilakukan, serta kosakata terkait di awal kegiatan.
  8. Mendiskusikan aturan bermain.
  9. Memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih mainan

Contoh SOP PAUD Kurikulum 2013 Bermain Motorik Kasar

Contoh SOP Bermain Motorik Kasar PAUD Kurikulum 2013. Proses pembelajaran di PAUD tidak terbatas pada saat anak berada di sentra atau area atau kelas, tetapi sejak anak datang hingga pulang.
Semua proses interaksi anak dengan pendidik, dengan temannya, atau dengan lingkungan atau alat mainannya termasuk dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu Satuan PAUD harus merancang jadwal harian dan bagaimana para pendidik berperan di dalamnya penting diperhatikan dalam sebuah acuan standar PAUD yang bernama Strandar Operasional Prosedur.

Dalam menyusun SOP PAUD sesuai Kurikulum 2013 ada hal-hal yang perlu diperhatikan secara umum antara lain adalah :
  • Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  • Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun motorik kasar dan halus pada anak motorik kasar bayi


·  Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
·  Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
·  Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
·  Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
·  Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.

Contoh SOP Bermain Motorik Kasar PAUD Kurikulum 2013

TUJUAN
  • Melatih otot-otot kasar; (kekuatan, kelenturan, keseimbangan, kelincahan)
  • Mengembangkan sensorik motorik (koordinasi tangan, mata, kaki)
  • Membiasakan untuk bekerjasama
  • Mengembangkan sikap sosial- emosional
  • Mengembangkansikap berani melakukan hal baru dan mau mengambil resiko

Prosedur Kerja yang dilakukan untuk SOP PAUD berkaitan dengan Bermain Motorik Kasar Anak :
  1. Pendidik menawarkan kegiatan yang beragam dan menarik , sesuai tahapan perkembangan anak.
  2. Pendidik mempersilahkan anak memilih kegiatan yang disukai. 
  3. Pendidik mengajak anak yang baru datang untuk bermain bersama teman.
  4. Pendidik mengawasi, mengamati, memotivasi dan memberikan bantuan kepada anak yang membutuhkan.   
  5. Pendidik mengajak anak minum air putih sebelum pindah ke kegiatan berikutnya. 

Contoh SOP Toileting (Latihan ke Kamar Mandi) PAUD K13

Contoh SOP Toileting (Latihan ke Kamar Mandi) PAUD Kurikulum 2013. Proses pembelajaran di PAUD tidak terbatas pada saat anak berada di sentra atau area atau kelas, tetapi sejak anak datang hingga pulang.
Semua proses interaksi anak dengan pendidik, dengan temannya, atau dengan lingkungan atau alat mainannya termasuk dalam proses pembelajaran. --Contoh SOP Toileting (Latihan ke Kamar Mandi) PAUD Kurikulum 2013-- Oleh karena itu Satuan PAUD harus merancang jadwal harian dan bagaimana para pendidik berperan di dalamnya penting diperhatikan dalam sebuah acuan standar PAUD yang bernama Strandar Operasional Prosedur.

Dalam menyusun SOP PAUD sesuai Kurikulum 2013 ada hal-hal yang perlu diperhatikan secara umum antara lain adalah :
  • Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  • Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

mengajari anak ke toilet melatih anak pakai tandas melatih anak ke kamar mandi

·  Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
·  Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
·  Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
·  Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
·  Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.

Contoh SOP Toileting (Latihan ke Kamar Mandi) PAUD Kurikulum 2013

Tujuan
  • Membiasakan untuk menjaga kebersihan diri sendiri
  • Membiasakan berperilaku hidup bersih sehat
  • Membiasakan untuk menentukan keinginan sendiri (memahami keinginan diri sendiri)

Prosedur Kegiatan
  1. Pendidik mempersilahkan anak untuk ke toilet/WC/kloset pada waktu-waktu tertentu, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan individual anak.
  2. Pendidik melatih anak untuk melepas dan mengenakan celana secara mandiri/sesuai tahap perkembangan.
  3. Pendidik melatih anak untuk menyiram toilet/WC/kloset. 
  4. Pendidik mengawasi dan memberikan bantuan jika dibutuhkan.
  5. Pendidik memastikan anak mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir setelah BAK dan BAB.
  6. Pendidik memastikan anak untuk mengeringkan tangannya setelah cuci tangan.
  7. Pendidik mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir sebelum keluar dari kamar mandi sesuai kebutuhan.

Contoh SOP Pengelolaan Kegiatan Belajar PAUD Kurikulum 2013

Contoh SOP Pengelolaan Kegiatan Belajar PAUD Kurikulum 2013. Proses pembelajaran di PAUD tidak terbatas pada saat anak berada di sentra atau area atau kelas, tetapi sejak anak datang hingga pulang.
Semua proses interaksi anak dengan pendidik, dengan temannya, atau dengan lingkungan atau alat mainannya termasuk dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu Satuan PAUD harus merancang jadwal harian dan bagaimana para pendidik berperan di dalamnya penting diperhatikan dalam sebuah acuan standar PAUD yang bernama Strandar Operasional Prosedur.

Dalam menyusun SOP PAUD sesuai Kurikulum 2013 ada hal-hal yang perlu diperhatikan secara umum antara lain adalah :
  • Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  • Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
SOP PAUD Pengelolaan Kegiatan Belajar Kurikulum PAUD 2013

·  Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
·  Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
·  Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
·  Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
·  Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.

Contoh SOP Pengelolaan Kegiatan Belajar PAUD Kurikulum 2013

  1. Pendidik menyiapkan lingkungan bermain yang aman, nyaman dan tersedia APE yang mendukung.
  2. Pendidik mengawali kegiatan dengan membacakan buku.
  3. Pendidik mengajak anak berdiskusi tentang tema hari ini.
  4. Pendidik  membacakan buku atau bercerita dengan menggunakan APE sesuai kebutuhan.
  5. Pendidik mendorong anak untuk aktif mendiskusikan tema yang sedang dibahas.
  6. Pendidik menginformasikan kegiatan main hari ini, dan menyampaikan gagasan main.
  7. Mendiskusikan aturan main.
  8. Pendidik memberikan kesempatan pada anak untuk memilih teman main.
  9. Anak melakukan kegiatan bermain sesuai minat.
  10. Pendidik melakukan observasi (pengamatan) dan membuat    dokumentasi atau catatan tentang perkembangan anak. 
  11. Pendidik mengingatkan pada anak sisa waktu bermain.
  12. Pendidik mengajak anak untuk membereskan alat
  13. Pendidik mengajak anak untuk duduk melingkar dan menanyakan kembali, pengalaman bermain anak. 
  14. Anak didorong untuk memberikan unjuk kerja, bisa dalam bentuk gambar, tulisan, bercerita menggunakan hasil karyanya atau recalling (menceritakan kembali pengalaman bermainnya). 

Contoh SOP Membaca Buku Bagi Anak PAUD Kurikulum 2013

Contoh SOP Membaca Buku Bagi Anak PAUD Kurikulum 2013. Proses pembelajaran di PAUD tidak terbatas pada saat anak berada di sentra atau area atau kelas, tetapi sejak anak datang hingga pulang.
Semua proses interaksi anak dengan pendidik, dengan temannya, atau dengan lingkungan atau alat mainannya termasuk dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu Satuan PAUD harus merancang jadwal harian dan bagaimana para pendidik berperan di dalamnya penting diperhatikan dalam sebuah acuan standar PAUD yang bernama Strandar Operasional Prosedur.

Dalam menyusun SOP PAUD sesuai Kurikulum 2013 ada hal-hal yang perlu diperhatikan secara umum antara lain adalah :
  • Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
  • Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
belajar membaca untuk anak belajar membaca untuk anak usia 5 tahun belajar membaca untuk anak paud game membaca untuk anak metode membaca untuk anak

·  Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
·  Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
·  Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
·  Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
·  Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.

Contoh SOP Membaca Buku Bagi Anak PAUD Kurikulum 2013

Prosedur Kegiatan
  1. Pendidik menerapkan waktu-waktu rutin untuk membaca, misalnya: pagi hari saat lingkaran, sebelum tidur, setelah mandi sore atau pada saat-saat transisi/pergantian kegiatan. 
  2. Pendidik menyediakan/memilih buku dengan ilustrasi yang menarik.
  3. Pendidik membacakan buku dengan cara-cara yang ekspresif, kreatif dan interaktif dengan anak (membuat anak berpartisipasi).
  4. Pendidik membacakan buku dengan intonasi dan ucapan yang jelas.
  5. Pendidik menunjukkan cara memperlakukan buku yang benar (misalnya: membuka halaman dengan hati-hati, tidak melipat halaman, mengembalikan ke tempatnya).. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar