Loading...

7 April 2013

remedial kesulitan belajar



FOTO BERSAMA KEPALA MI, DEWAN GURU DAN SISWA YANG DI OBSERVASI










FOTO BERSAMA SISWA YANG DI OBSERVASI















Pendahuluan

Kelompok kami mengadakan observasi pada 1 November 2012, pada Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) Jagabaya II yang terletak di Jalan Pahlawan Jagabaya II Kecamatan Way Halim Badar Lampung. Di bawah pimpinan Ibu Hj. Mumashiroh.S.Ag., MM. sekolah tersebut memiliki 6 lokal. Dimana masing-masing local di isi oleh tingkatan kelas dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Sekolah tersebut dibawah naungan Kementrian Agama.

Dalam proses belajar mengajar efektif, semua kelas di mulai dari pul 07.30 sampai dengan pukul 12.30 WIB. Adapun mata pelajaran yg di berikan kepada anak didik tidak jauh beda dengan Sekolah Dasar Negeri pada umumnya, hanya perbedaannya lebih menekanka kepada pendidikan agama islam dan pendidikan al-quran hadis, Aqidah Ahlak, Fikih, Bahasa Arab.

Mayoritas siswa merupakan penduduk asli sekitar lokasi MiN tersebut. Dan merupakan satu-satunya MIN yang ada di lingkungan Jagabaya II. Pada saat observasi, kami mengobservasi siswa kelas 4 (saat kelas 3 siswa tersebut berprestasi), dan siswa kelas 3.

Berikut hasil observasi kami.











Hasil observasi
                                                                                Nama    : SYIFA MELANDRI
                                                                                Tempat Tanggal Lahir: Bandar Lampung, 16 Maret 2003
                                                                                Kelas     : 4
                                                                                Prestasi : Juara Kelas Peringkat 1 dari kelas 1,2, 3. Pada saat ini
Pun Syifa masih mendominasi prestasi belajar di kelasnya. Ia menyukai pelajaran Bahasa Indonesia, menurutnya pelajaran itu sangat mudah dan sudah  biasa untuk ia pelajari, begitu juga dengan matematika. Namun untuk pelajaran yang kurang diminati adalah Bahasa Arab, dan Fiqih. Dapat dilihat dalam Kumpulan Nilai pada kelas 3 (kenaikan kelas 4). Menurut ia mata pelajaran tersebut lebih memfokuskan untuk menghafal ayat al-quran yang menurutnya memerlukan banyak waktu dan konsentrasi penuh untuk menghafal.
Walaupun ia berprestasi, namun dalam hal keterampilan menulis, tulisan Syifa tergolong jelek. (info dari walikelas ).
Syifa merupakan anak pertama dari 2 saudara, kemudahan dalam belajar yang di alami syifa, di dukung oleh terpenuhinya fasilitas belajar syifa. Pelajaran yang di berikan di sekolah sering ia ulagi belajar di rumah dengan bimbingan orang tuanya. Walaupun syifa tidak melakukan bimbingan belajar tambahan di luar sekolah, namun ia puas akan prestasi yang di prolehnya.

Nama    : Rahmat Rusiamin
Tempat Tanggal Lahir     : Bandar Lampung, 11 Januari 2012
Kelas     : 3
Yamin, sapaan akrab teman-teman dan guru di sekolahnya. Merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara, ayahnya bekerja sebagai penggumpul barang-barang usai pakai (rongsok), sedang ibunya hanya ibu rumah tangga. Di sekolah ia tergolong anak yang kurang berprestasi. Banyak pelajaran yang sulit ia kuasai dikarenakan kesulitan ia dalam membaca. Dalam proses belajar di sekolah yamin mengakui, keterlambatan dalam belajar itu selain kesulitan dalam membaca, ia pun masih enggan mengulang pelajaran di rumah. Di karenakan keterbatasan akan fasilitas belajar dan waktu yang di gunakan hampir tidak ada. Seperti halnya Syifa, Yamin pun menyukai Bahasa Indonesia dan matematika. Namun karena harus “mengeja” dalam setiap materi pelajaran, itulah yg menyebabkan kesulitannya dalam menerima pelajaran secara efektif. Harapan Yamin, kelak ia lancer membaca, ia akan berprestasi seperti Syifa.

Nama                    : Ahmad Rahmat Hidayat
Tempat Tanggal lahir      : Bandar Lampung, 28 Agustus 2004
Kelas 3

Rahmat, merupakan sapaan akrabnya. Ia merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara, ayahnya bekerja sebagai pedang es sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Sama seperti Yamin, Rahmat pun mempunyai kesulitan dalam me,peroleh pelajaran, ia belum bias membaca secara lancar. Pada saat ini, ia masih belajar dengan “mengeja” kata tiap kata dalam perintah yang ada di dalam buku atau materi belajar di sekolah, selain itu ia pun tidak mempunyai kesempatan dalam mengulang pelajaran di rumah. Karena waktu yang ada di gunakannya untuk di habiskan bermain bersama teman-teman yang ada. Menurutnya belajar itu di lakukan di sekolah saja, dan di rumah waktunya bermain. Sama seperti kedua temannya, Rahmat juga mempunyai pelajaran yang di sukai yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika, namun kadang membuatnya untuk berusaha sekuat tenaga agar kalimat yang ia “eja” dapat terselesaikan dengan baik. Dan ia mengerti akan perintah yg di berikan dalam pelajaran tersebut.
Fiqih dan hafalan surat pendek merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit baginya. Sama alas an seperti Yamin di atas.
Jika di lihat dari Buku Kumpulan Nilai yang ada, nilai terendah Rahmat di peroleh pada mata pelajaran Matematika. Untuk menanggulangi kesulitan belajar yg ia rasakan, Rahmat mencoba untuk banyak berlatih Membaca kalimat yang ada, agar ia mangerti tugas apa yg akan ia lakukan dalam belajar.


Dalam observasi dan konseling, kelompok menggunakan konseling teman sebaya, dimana siswa yang tidak berprestasi dapat belajar dari pengalaman temannya yang berprestasi. Menggunakan trik yang teman berikan merupakan cara yang terbaik di berikan.

Kelompok pun mewawancarai perwakilan guru yang ada. Menanyakan kiat apa saja yang sekolah lakukan jika mendapatkan siswanya dalam memperoleh kesulitan belajar, yaitu dengan cara pemberian nasihat memanggil orang tua untuk datang ke sekolah. Pemberian Les tambahan tidak di berikan di sekolah utuk jenjang kelas dibawah kelas 6.

Adapun reward yang di berikan kepada mereka yag berprestasi adalah dengan pemberian hadiah dan piagam pada tiap pembagian lapor.

Kesimpulan

Kesulitan yang di alami siswa dalam memperoleh pelajaran di sekolah di sebabkan oleh kurang lancarnya mereka dalam membaca. Dan sekolah pun belum  menyiapkan bimbingan belajar bagi siswa di bawah kelas 6. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar