Loading...

7 April 2013

wawancara konseling


Rangkuman Konseling

Bahwa dalam dialog konseling di atas, dalam tahap pembentukan PK memberikan kesempatan kepada kliennya dan di respon dengan baik. Terjadilah pertukaran informasi mengenai identitas mereka. Pada tahap ini PK sebagai fasilitator dalam pengenalan diri. Pada tahapan peralihan, telah terjadi antusias konseling dari masing-masing klien, di buktikan dengan adanya dialog Aini yag menyatakan kesediaannya dalam memualai tahap kegiatan “siaaaap bu… langsung dimulai saja bu!”. Pada tahapan kegiatan, terjadi pertukaran pendapat tentang kasus yang diangkat, mereka saling mengeuarkan pendapat masing-masing, lengkap dengan argument mereka. Tahap pengakhiran PK mengomandoi jalannya tahapan ini, dank lien pun tetap antusias dalam konseling, di buktikan dengan adanya reson dari klien untuk segera mengadakan pertemuan kembali.

Tahapan konseling ini berlangsung dengan baik, dan antusias dari klien pun baik, sehingga konseling berjalan dengan efektif.













RESUME PROFIL
BIMBINGAN KELOMPOK

A.     Bentuk Layanan          : Bimbingan Kelompok
B.     Penyelenggara              : Konselor (Lia Gustina Ais)
C.     Sasaran/ Anggota         : Anggota berjumlah 4 orang
1.      Niluh Mei Arianti
2.      Misna Yusnita
3.      Nuraini
4.      Dwi Hutrina
D.     Lingkup Pembicaraan  :
1.         Sifat/Topik                       : Umum/Siswa ingin mengetahui cara
 Belajar yang aktif saat menempuh ujian

2.      Topik yang muncul                        : Bagaimana cara belajar yang aktif,
 Ketika mereka hendak menghadapi ujian  
3.      Topik yang di bahas                      : Kiat Belajar yang Efektif

4.      Isi bahasan                         : Mengetahui cara belajar efektif
 Mengetahui trik belajar yang efektif

E.      Lain-lainnya                : Pembimbingnya seorang wanita, klien atau peerta semuanya wanita.
  Suasana yang terjadi dalam kelompok terbuka dan antusias.





Wawancara Konseling

TAHAP I, PEMBENTUKAN

Pembimbing Kelompok (PK)
“selamat siang, Ibu senang kalian memenuhi undangan yang telah ibu berikan, dan ibu ucapkan terima kasih atas partisipasi kalian dalam bimbingan kelompok ini, sebelum kita memualinya ada baiknya kita saling mengenal satu-sama lainnya. Walaupun ada yang sudah kenal tapi ibu yakin belum saling mengenal lebih dalam, dan ibu harap pertemuaan ini mendapatkan manfaat yang baik.”
PK
“Adapun tujuan dari kegiatan ini, adalah untuk saling mengeksplor pendapat yang ada, dan melatih kecakapan berbicara kalian. Keluarkan saja ide, tanggapan  yang ada, jangan ragu untuk mengutarakannya. Sebab di sini kita saling terbuka. Nah jika ada teman yang sedang berpendapat, kiranya teman yang lainnya menanggapi dan mencoba memecahkan masalah yang menghambat.”
PK
“Sebelumnya ibu akan memperkenalkan diri. Nama ibu Lia Gustina Ais, cukup panggil ibu dengan sebutan Ibu Ais, karena di sekolah kita ada 2 nama ibu Lia. Biar memudahkan panggilannya, maka ibu simpulkan dengan memanggil Ibu Ais.”
Anggota
(serentak) “Baik Ibu Ais…….”
PK
“hehehe.. siapa selanjutnya yang bersedia utuk memperkenalkan dirinya, boleh dengan menceritakan apapun tentang dirinya.”
Aini
“ Saya dulu ya bu, saya Aini kelas XI IPS1, hobi saya mendengarkan music, saya tinggal bersama kedua orang tua saya. Mereka berprofesi sebagai seorang dokter. Demikian terima kasih”

PK “Baik, selanjutnya.”

Niluh
“ Saya bernama Niluh, saya berasal dari kelas XI IPS 4, hobi saya membaca novel sastra, saya pun tinggal bersama kedua orang tua saya. Mereka bekerja di Instansi Pemerintahan di kota ini, saya memiliki 1 orang adik yang sangat lucu, saat ini ia sekolah kelas 3 SD, kiranya cukup dari saya. Terima kasih”

Misna
“Saya Misna Yusnita bu, Kelas XI IPS 4 sama seperti niluh. Hobi saya.. apa saja bu, yang penting saya suka.. hehhe.. itu aja deh bu”
PK
“okee,, yag terakhir silahkan adinda Dwi”
Dwi
“Saya Dwi Hutrina, saya dari kelas XI IPA1, hobi saya travelling, apa lagi kalau berkunjung ke daerah-daerah yg memiliki sejarah, saya sangat suka sekali. Itu saja deh bu”
PK
“wah, ibu senang sekali, kalian sudah mulai berani berbicara. Nah, kalian sudah mulai mengenal satu sama lain”
Anggota
(serentak) sudaaaaaaahh…..






TAHAP II PERALIHAN
PK
“ Tahap pertama sudah kita lalui, sekarang kita akan memasuki kegiatan, dimana dari kalian akan mengutarakan permasalahan yang sedang terjadi atau dirasakan. Bias berupa kesulitan atau hambatan yang di lalui, dan Ibu pun berharap kalian bias memberikan gagasan terhadap pembahasan yang sedang berlangsung. Bisa di pahami?”
Dwi
“Bisa bu…”
Aini
“Bisaaaaa”
PK
“okee.. kita mulai saja yaa”

TAHAP III KEGIATAN
PK
“Ibu kasih kesempatan kepada kalian, untuk membahas mengenai masalah yang ada nih, boleh apapun.”

Niluh
“Bagaimana kalau mengenai cara belajar yang baik sebab kitakan mau menyambut kenaikan kelas, nah saya kira ini adalah saat yang tepat dalam membahas ini, kitakan akan menginjak kelas XII, berarti kita harus semakin efektif belajarnya. Gimana teman-teman? Apa di setujui?”
Dwi
“ waah ide bagus tuh, boleh deh”
Aini
“saya setuju nih”
PK
“Hebat ya anak-anak ibu, sudah berani mengungkapkan pendapat yang akan di bahas, ibu senang.”
Misna
“hehehe.. ibu Bisa aja deh..”

PK
“Kalau ibu oleh tau, menurut kalian apa sih belajar yang efektif itu?”

Niluh
“belajar efektif itu bu, belajar dengan baik, menggunakan waktu yang ada sebaik mungkin untuk belajar, baik ada tugas, ataupun tidak. Yaaa.. walau hanya sekedar membaca saja”
Dwi
“kalau menurut saya, belajar efektif itu, emmm… belajar dengan tekun bu, bias belajar dengan melihat dari buku, gugel di internet, atau belajar memalui bertanya denga yang ahlinya, dengan tujuan agar dapat pengetahuan yang baik. Heheheh”
Aini
“Belajar yang baik, itu belajar jika kita sedang mendapatkan waktu luang, sejak tidak semua waktu yang tersedia bias di lakukan dengan beajar, walaupun sedikit, tetapi bermanfaat. Naah begitu juga dengan belajar di sekolah, kita bisa belajar dengan memaksimalkan waktu yang ada. Oleh sebab itu kalo belajar di sekolah kadang saya masih merasa kurang, karena dikit banget waktunya.
Misna
‘hehehe.. pendapatnya bagus-bagus yaa.. saya idem dehh”
PK
“Belajar yang efektif adalah, belajar yag menggunakan waktu sebaik mungkin. Cara yang baik untuk belajar dalam menempuh ujian, hendaknya kalian memahami tiap materi yang di berikan, memaksimalkan waktu yang ada, melatih dengan latihan yang ada, mengikuti belajar tambahan juga, kemudian mulai cintai pelajaran yang ada, dengan mencintai pelajaran yang ada, ibu rasa, kalian bisa dengan mudah belajarnya.”
Aini
“waah, begitu ya bu, kalau begitu.. mulai sekarang saya mau belajar dengan mencintai pelajaran saya ya bu..”
Niluh
“begitu ya bu”
PK
“ia.. mulailah dari sekarang, sebab, tahun depan kalian sudah harus benar-benar focus terhadap pelajaran”
Dwi dan Misna
“baiklah bu”

TAHAP IV PENGAKHIRAN
PK
“Bisa di pahami apa yang ibu jelaskan tadi?, ananda sekalian, kita telah panjang lebar membicarakan masalah yang ada, dan ibu senang sekali kalian telah berani mengungkapkan pendapat yang kalian miliki, pertahankan dan tingkatka lagi. Ibu harap kalian dapat mewujudkan apa yang kita bahas ini dalam belajar di sekolah.”
Dwi
“wah bu, saya senang sekali hari ini dan pertemuan ini, bermanfaat sekali deeh”
Aini
“Bagaimana kalau kita adakan lagi bu pertemuan ini, sebab mungkin masih banyak masalah yang belum teman-teman ungkapkan. Heheheh”
PK
“Baiklah, sebelum ibu tutup, kita akan menentukan waktu kapan kita akan berkumpul seperti ini lagi?”
Niluh
“bagaimana kalau Jumat sepulang sekolah bu?”
Anggota
(serentak) okeeeee…”

PK
“oke untuk hari ini cukup sekian, di sambung jumat esok ya, ibu harpkan kalian dapat hadir semua, Ibu ucapkan terima kasih untuk kehadiranya, semoga bermanfat. Selamat Siang”


RANGKUMAN
Dalam wawancara konseling ini terbagi menjadi 4 tahap, tahap pembentukan, peralihan, inti dan pengakhiran. Dalam masing-masing tahap klien sangat antusias mengeluarkan pendapat dengan menggunakan keterampilan berbicara yang mereka miliki, mereka tau kapan mereka harus berbicara dan kapan mereka harus menjadi pendengar sehingga kegiatan konseling ini berjalan dengan efektif.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar