Loading...

17 Mei 2013

penelitian tindakan kelas


RESUME BUKU PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENULIS ZAINAL AQIB, PENERBIT YRAMA WIDYA BANDUNG

OLEH
LIA GUSTINA AIS
10110117






BK VC
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PGRI B. LAMPUNG
2013



KATA PENGATAR

Puji syukur kehadirat Allah berkat rahmat dan hidayahNya, penulis dapat menyelesaikan resume ini. Resume ini disusun dalam rangka menyelesaian tugas mata kuliah Penelitian Pendidikan yang diampu oleh dosen Dr. Hj. Dharlinda Suri Damiri.

Dalam resume ini berisikan bagaimana melaksanakan pengembangan profesi PTK bagi guru, karena PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam buku ini, karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaannya resume ini.

Bandar Lampung 1 Januari 2013
Penulis






DAFTAR ISI
Halaman

Kata Pengantar……………………………………………………... i
Daftar Isi…………………………………………………………… ii
BAB I                         Hakikat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)……….. 1- 8
BAB II                        Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)….. 9 - 12
BAB III          Penilaian Laporan Penelitian Tindakan…………. 13 - 14
Daftar Pustaka……………………………………………………… 15












BAB I
Hakikat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


A.    Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Dalam bahasa Inggris Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diartikan dengan Classroom Action Research, disingkat CAR. Ada tiga kata pembentuk pengertian tersebut, yaitu.
1.      Penelitian
Yaitu kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan metode tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu dari suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
2.      Tindakan
Sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan denga tujuan tertentu, yang dalam penelitian ini berbentuk rangkaian siklus kegiatan.
3.      Kelas
Sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.
Dengan penggabungan tiga pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yag sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas.
Penelitian tindakan kelas (PTK) pertama kali dikenalkan oleh ahli psikologi social Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Sedangkan di Indonesia baru dikenalkan pada akhir decade 80-an. Ole karenanya, sampai dewasa ini keberadaannya sebagai salah satu jenis penelitian masih sering menjadi perdebatan jika dikaitkan denga bobot keilmiahanya.

Jenis penelitian ini dapat dilakukan dalam segala bidang. Dalam bidang pendidikan peneitian ini dapat dilakukan pada skala makro ataupun mikro . dalam skala mikro misalnya dilakukan dalam kelas pada waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasan tertentu pada suatu mata pelajaran.

B.           Jenis-jenis Penelitian

Bagi seseorang yang memang ingin mendalami penelitian, perlu mengenal lebih banyak dan rinci tentang jenis-jenis penelitian yang ditinjau dari berbagai aspek dan menunjuk pada nama dan model pendekatan penelitiannya. Tujuannya adalah sebagai berikut.
1.      Menurut tujuannya
a.       Penelitian eksploratif yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui sesuatu dengan cara menggali atau mengeksplor.
b.      Penelitian deskriptif  dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi atau data tentang fenomena yang di teliti, missal kondisi sesuatu kejadian atau factor-faktor penyebab terjadinya sesuatu.
c.       Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat dari adanya perilaku yang dengan sengaja dikenalkan pada subjek. Dengan kata lain penelitian ini dilakukan untuk mengetes suatu hipotesis yang dilandasi dengan asumsi yang kuat akan adanya hubungan sebab akibat antara 2 variabel
d.      Penelitian evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui keterlijakan aksanaan suatu kebijakan. Jika ada hambatan dapat diketahui apa hambatan tersebut kemudian dapat menentukan cara-cara dalam rangka mengatasi hambatan yang dimaksud.
2.      Menurut model penelitiannya, dibedakan menjadi dua jenis, yaitu.
a.      Penelitian Kuantitatif, yang dilakukan dengan cara menggambarkan data dalam bentuk angka-angka yang bentuknya kuantitatif, sehingga dapat digunakan untuk meramalkan kondisi yang lebih luas yaitu populasi dan masa yang akan dating.
b.      Penelitian Kualitatif, yang dilakukan secara cermat mendalam dan rinci sehingga dapat mengumpulkan data yang sangat lengkap dan dapat menghasilkan informasi yang menunjukan kualitas sesuatu.

C.     Sifat dan karakteristik PTK
PTK merupakan tugas dan tanggung jawab guru terhadap kelasnya. Meskipun menggunakan kaidah peneitian ilmiah, PTK berbeda dengan penelitian formal akademik pada umumnya. PTK setidaknya memiliki karakteristik antara lain.
1.      Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam intruksional.
2.      Adanya kaloborasi dalam pelaksanaannya.
3.      Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi.
4.      Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik instruksional.
5.      Dilaksanakan dalam rangkaian lagkah dengan beberapa siklus.





D.    Prinsip-Prinsip PTK
Menurut Hopskin, (1993:57-61), ada 6 prinsip dalam PTK yaitu.
1.      Pekerjaan utama seorang guru adalah mengajar, dan apapun metodenya PTK yang diterapkan nya seyogyanya tidak mengganggu komitmen sebagai pengajar.
2.      Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehngga berpeluang mengganggu proses pembelajaran.
3.      Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebih dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajaran.
4.      Metode yang digunakan harus reliable, sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada  situasi kelasnya, serta memperoleh data yang dapat digunakan  untuk menjawab hipotesis yang dikemukakan.
5.      Dalam penyelanggarakan PTK, guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap proses dan prosedur yang berkaitan dengan pekerjaannya.
6.      Dalam plaksanaanya sejauh mungkin harus digunakan class room excerding perspective.

E.     Tujuan dan Manfaat PTK
PTK merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk memperbaiki layana kependidikan yang harus diselenggarakan dalam konteks pembelajaran di kelas dan peningkatan kualitas program secara keseluruhan.

Manfaat yang dapat dipetik adalah sebai berikut.
1.      Inovasi pembelajaran
2.      Pengembangan kurikulum ditingkat sekolah dan di tingkat kelas
3.      Peningkatan profesionalisme guru.
F.      Ciri-ciri Penelitian Tindakan
1.      Penelitian tindakan partisipatori, yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan dengan menekankan keterlibatan anggota agar merasa ikut serta memiliki program kegiatan tersebut serta berniat ikut aktif memecahkan masalah berbasis umum.
2.      Penelitian tindakan kritis, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menekankan adanya niat yag tinggi untuk memecahkan masalah dan menyempurnakan situasi.
3.      Penelitian tindaka kelas, yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau sekolah tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktik pembelajaan.
4.      Penelitian tindakan institusi, yaitu dilakukan oleh pihak pengelola sekolah sebagai sebuah organisasi untuk meningkatkan kinerja, proses, dan prodiktivitas lembaga.

G.    Jenis-jenis PTK
Terdapat empat jenis PTK, yaitu sebagai berikut.
1.      PTK diagnostic, yaitu penelitian yang dirancang dengan menuntun peneliti kearah suatu tindakan.

2.      PTK partisipasi, yaitu suatu penelitaian yang apabila peneliti terlibat langsung didalam proses penelitian mulai sejak awal sampai dengan hasil penelitian yang berupa laporan.

3.      PTK empiris, yaitu PTK yang apabila peneliti berupaya melakukan sesuatu tindakan atau aksi dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama aksi berlangsung.

4.      PTK eksperimental, yaitu apabila PTK diselenggarakan dengan berupaya menerapkan berbagai teknik atau strategi secara efektif dan efisien didalam suatu kegiatan belajar mengajar.

H.    Model-model PTK
Ada beberapa model PTK yang sampai saat ini sering digunakan di dalam dunia pendidikan, diantaranya.
1.      Model Kurt Lewin
Beliau mengatakan bahwa dalam satu siklus terdiri atas empat langkah, yaitu.
a.       Perencanaan (planning)
b.      Aksi atau tindakan (acting)
c.       Observasi (observing)
d.      Refleksi (Reflecting) Lewin, 1990
Sementara itu, empat langkah dalam satu siklus yang dikemukakan oleh Kurt Lewin tersebut di kaloborasi oleh Ernest T. Stringer dielaborasi lagi menjadi
a.       Perencanaan (planning)
b.      Pelaksanaan (implementing)
c.       Penelitian(evaluating)

2.      Model Kemmis dan Mc Taggart
Model ini tampak begitu dekat dengan yang dikemukaka oleh tokoh sebelumnya diatas. Dikatakan demikian, karena didalam satu siklus terdiri dari empat komponen seperti halnya dikatakan oleh Lewin sehingga belum tampak adanya perubahan. Keempat komponen tersebut adalah.

a.       Perencanaan (planning)
b.      Aksi atau tindakan (acting)
c.       Observasi (observing)
d.      Refleksi (Reflecting) Lewin, 1990
Hanya saja, sesudah suatu siklus selesai diimplementasikan, khusunya sesudah adanya refleksi, kemudian diikuti dengan adanya perencanaan ulang yang dilaksanakan dalam bentuk siklus tersendiri.
3.      Model John Elliot
Model ini dikatakan lebih rinci dibandingkan model sebelumnya. Karena didalam setiap siklus dimungkinkan terdiri dari beberapa aksi, yaitu tiga atau lima aksi. Sementara itu beberapa langkah yang terealisasi dalam bentuk belajar mengajar.

4.      Model Dave Ebbutt
Model ini adalah penyempurna dari model-model sebelumnya.

I.       Sasaran atau objek PTK
a.       Unsur siswa, dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedag asyik mengikuti proses pembelajaran dikelasmaupun yang sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah dimalam hari, atau ketika mereka sedang mengikuti kerja bakti diluar sekolah.
Contoh judul atau permasalahan tentang siswa tang dapat diangkat dan dijadikan judul peneitian tindakan antara lain: perilaku kedisiplinan, semangat siswa ketika melakukan kegiatan ekstrakulikuler, keseriusan siswa untuk mengerjakan tugas, ketelitia siswa dalam mengelola sarana belajarnya, dsb.
b.      Unsur guru, dapat dicermati ketika yang bersangkutan sedang mengajar di kelas, sedang membimbing siswa-siswa yang sedang berdarmawisata atau ketika guru sedang mengadakan kunjungan rumah.
c.       Unsur materi Pelajaran,  dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai tugas yang ditugaskan kepada siswa.
d.      Unsur peralatan atau sarana pendidikan, dapat cermati ketika guru sedang mengajar. Dengan tujuan meningkatkan mutu hasil belajar, yang bisa di amati guru, siswa atau keduanya.
e.       Unsur hasil pembelajaran,  yang ditinjau dari tiga ranah yang dijadikan titik tujuan yang harus dicapai melalui pembelajaran, baik susunan maupun tingkat pencapaian. Oleh karena hasil belajar merupakan produk yang harus ditingkatkan, hal ini pasti terkait dengan tindakan unsur lain yaitu proses pembelajaran, peralatan atau sarana pendidikan atau siswa sendiri.
f.       Unsur lingkungan,  baik lingkungan siswa dikelas, sekolah maupu yang melingkupi siswa dirumahnya. Dalam penelitian tindakan, bentuk perlakuan atau tindakan yang dilakukan adalah mengubah kondisi lingkungan menjadi lebih kondusif.
g.      Unsur pengelolaan, yang jelas merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan













BAB II
PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A.       PROSEDUR PELAKSANAAN PTK
PTK dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari 4 tahap seperti pada gambar.
Perencanaan
Tindakan
Observasi
Merefleksi
 


Menurut Taggart prosedur pelaksanaan PTK mencangkup.
1.      Penetapan focus masalah penelitian
a.       Merasakan adanya masalah
b.      Analisis masalah
c.       Perumusan masalah
2.      Perencanaan tindakan
a.       Membuat scenario pembelajaran
b.      Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan dikelas
c.       Mempersapkan instrument untuk merekam dan menganalisis data mengenai proses dan hasil tindakan.
d.      Melaksanakan simulasi pelaksanaan tindakan perbaikan untuk menguji keterlaksanaan rancangan.
3.      Pelaksanaan Tindakan
Meliputi siapa melakukan apa, kapan, di mana dan sebagainya. Scenario tindakan yang telah direncanakan, dilaksanakan dalam situasi yang actual. Pada saat yag bersamaan kegiatan ini juga disertai dengan kegiatan observasi dan interpretasi serta diikuti dengan kegiatan refleksi.

4.      Pengamatan Interprestasi
Pada bagian ini, dilakukan data yang meliputi proses dan hasil dari pelaksanaan kegiatan. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan bukti hasil tindakan agar dapat dievaluasi dan dijadikan landasan dalam melakukan refleksi.
5.      Refleksi
Pada bagian refleksi dilakukan analisis data mengenai proses, masalah, dan hambatan yang di jumpai dan dilanjutkan dengan refleksi terhadap dampak pelaksanaan tindakan.

B.     PENYUSUNAN PROPOSAL PTK
Berikut ini adalah sistematika proposal PTK
1.      Judul Penelitian
Judul dinyatakan denga kalimat sederhana, namun Nampak jelas maksud tindakan yang akan dilakukan dan dimana penelitian dilangsungkan, jika diperlukan cantumkan penanda waktunya.
2.      Pendahuluan
a.       Latar Belakang
Menguraikan kondisi objektif yang mengharuskan dilaksanakan PTK. Kondisi ini merupakan hasil identifikasi guru terhadap masalah proses pembelajaran yang diselenggarakan.
b.      Rumusan masalah
Mengemukakan masalah-masalah yang akan dipecahkan melalui PTK yang akan Anda laksanakan.
c.       Tujuan Penelitian
Tujuan ini merupakan proses yang akan dilakukan atau kondisi yang diinginkan setelah dilaksanakannya.

3.      Kajian Teori  (Pustaka)
Kajian ini berisikan ulasan atau teoritis dengan konsep pembelajaran dan konteks PTK yang akan dilaksanakan.
4.      Metode Penelitian
Metode penelitian adalah tahapan-tahapan cara melaksanakan penelitian. Gunakan kerangka rancangan PTK yang telah lazim digunakan.
a.       Subjek penelitian
Contoh: penelitian adalah siswa kelas V SDN berjumlah 40 orang.
b.      Pokok Bahasan Acuan
Contoh: konsep yang dipilih sebagai acuan implementasi tindakan adalah konsep cahaya dan pengelihatan.
c.       Bentuk tindakan
Contoh: tindakan utama yang dilakukan adalah pemberian modul untuk meningkatkan kemampuan awal siswa dan merevisi kesalahankesalaha bagi pengembangan pemahaman siswa.
d.      Teknik observasi
Contoh: observasi terhadap tindakan dilakukan secara kontiyu dan dengan berbagai cara. Berarti dilakukan secara terus menerus baik dalam proses pembelajaran ataupun pada hasil belajar. Proses pengamatan terutama dituukan pada perkembangan pemahaman siswa dengan acua respon siswa terhadap pertanyaan-pertanyaan, pemahaman atau kemungkinan siswa berpartisipasi dalam  diskusi-diskusi atau pemecahan masalah. Hasil akhir dari observasi dengan teknik ini berupa tes formatif.
e.       Evaluasi atau refleksi
Contoh: evaluasi yang dilakukan terhadap pemberian modul selama proses belajar maupun terhadap hasil belajar. Dari hasil evaluasi diketahui kefektifan modul yang telah disusun.
f.       Pelaksanaan dan penjadwalan
Contoh: untuk menyesuaika dengan kondisi pembelajaran yang sedang berlangsung, penelitian dilakukan dengan rincian sebagai berikut.
Kegiatan Siklus I                                                        waktu
1.      Persiapan
2.      Pelaksanaan
Kegiatan Siklus II                                                       waktu
3.      Persiapan
4.      Pelaksanaan
5.      Penyusunan Laporan Akhir dan seminar

C.     LAPORAN KEGIATAN PTK
Proses penyusunan laporan ini tidak akan dirasakan sulit apabila sejak awal guru sudah disiplin mencatat apa yang sudah dia lakukan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa sistematika laporan harus urut sesuai uruta penelitian, hasil harus jelas dan sebaiknya dilengkapi dengan data yang akurat. Lebih baik lagi jika dihias dengan tampilan visual seperti grafik, bagan dan lainnya.







BAB III
PENILAIAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN


Secara umum, sasaran penilaian sebuah karya ilmiah yang berupa laporan peneitian dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1.      Tampilan fisik non substansi, dan
2.      Isi atau substansi. Untuk kedua hal tersebut kita menentukan aspek-aspek yang dinilai denga indicator yang jelas sehingga tiap penilaian dapat mengacu ke indicator tersebut, tanpa ada unsur subjektivitas yang masuk kedalam penilaian.

1.      TAMPILAN FISIK NON SUBSTANSI
Yang perlu dinilai dalam tampilan ini adalah:
a.       Persyaratan administrasi
b.      Kelengkapan dan urutan komponen laporan
c.       Kualitas bahasa yang digunakan termaksud krbrnaran ejaan menurut aturan EYD
a.       Persyaratan administrasi
b.      Kelengkapan dan urutan komponen laporan
c.       Kualitas bahasa
2.      ISI ATAU SUBSTANSI
Penilaian ini jauh lebih rumit dibandingkan dengan penelitian aspek tampilan fisik non substansi, demikian juga besarnya nilai yang diberikan. Untuk itu dapat dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu:
a.       Bagian umum penelitian
Yang dinilai adalah kelengkapan komponen pendahuluan berisi latar belakang masalah atau tujuan penelitian, objek atau variable penelitian, met de yang digunakan pembahasan dan kesimpulan.

b.      Bagian khusus penelitian tindakan
Aspek yang dinilai adalah.
a.       Orisinalitas objek penelitian
b.      Esensi atau tingkat pentingnya penelitian tindakan yang dilakukan
c.       Proses tindakan
d.      Pelaku/pelaksana tindakan
e.       Kesimpulan atau hasil tindakan












DAFTAR PUSTAKA

Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar